BANJARMASIN - 27 madrasah tingkat aliyah, tsanawiyah dan ibtidayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) tak luput dari kepungan banjir rob, bahkan infrastruktur ada yang rusak akibat diterjang cuaca ekstrem.
Sembilan di antaranya di Kabupaten Balangan, enam di Hulu Sungai Utara (HSU) dan 12 di Kabupaten Banjar.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Kalsel Bukhari Muslim, melalui Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Kesiswaan Agung Nugroho menyebut data ini masih bersifat sementara.
Dia memperkirakan, masih ada lagi madrasah di kabupaten dan kota yang belum terdeteksi dampak banjir rob, dari total 1.465 madrasah negeri dan swasta se-Kalsel.
“Sekarang juga proses pendataan, di Kabupaten Banjar cukup tinggi, memang kondisinya beragam ada yang selutut,” ujarnya. Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan data yang diperoleh, madrasah di HSU terdampak kerusakan infrastruktur akibat terjangan angin puting beliung. Salah satunya, atap lapangan II di MAN 4 HSU rubuh akibat cuaca ekstrem pada Sabtu, 3 Januari lalu.
Kemudian, MAS Mualimin Alabio, MIN 11 HSU, MIS Nurul Hikmah HSU, MIS Nurul Falah HSU dan MIS Mathla’ul Anwar sebagian gentengnya bolong dan plafon yang terkelupas.
Sementara itu, di Balangan dan Banjar ketinggian air banjir beragam, menggenangi lapangan sekolah, hingga masuk ke perpustakaan dan ruangan kelas.
Menanggapi itu, Kemenag Kalsel telah mengeluarkan surat edaran tentang opsi pola pelaksanaan pembelajaran yang menyesuaikan dengan situasi di masing-masing tempat.
“Libur tidak ada, yang ada belajar berubah pola, ada yang jarak jauh (PJJ) atau menyesuaikan kondisi di sana seperti dialihkan ke Masjid,” tambah Agung.
Menurutnya, Kemenag mengutamakan keselamatan dan kenyamanan siswa dalam belajar, sehingga hak belajar dan keselamatannya terjamin.
Dia berharap, situasi belajar dapat cepat kembali normal, sehingga konsentrasi terhadap lingkungan dan pemulihan pasca bencana bisa berlangsung.
Editor : Arif Subekti