Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Langganan Banjir, Emi Lasari Soroti Tambak Buluh dan Minta Evaluasi Menyeluruh

Sheilla Farazela • Rabu, 7 Januari 2026 | 13:46 WIB
anggota DPRD banjarbaru emi Lasari saat mendatangi langsung lokasi banjir di perumahan Terrace Pelangi (Sheilla/Radar Banjarmasin)
anggota DPRD banjarbaru emi Lasari saat mendatangi langsung lokasi banjir di perumahan Terrace Pelangi (Sheilla/Radar Banjarmasin)

BANJARBARU – Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan saat banjir terjadi, tetapi lebih menginginkan penanganan yang mampu mencegah banjir agar tidak terus berulang setiap tahun.

Hal tersebut disampaikan Emi saat meninjau langsung kondisi banjir di Komplek Terrace Pelangi, Jalan Tambak Buluh, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Rabu (7/1).

Menurutnya, kehadiran pemerintah saat bencana memang penting, namun solusi jangka panjang menjadi harapan utama warga.

“Masyarakat itu sebenarnya berharap banjir ini bisa diatasi oleh pemerintah, bukan hanya sebatas diberikan bantuan saat kejadian (bencana banjir),” ujar Emi.

Ia menilai kawasan Tambak Buluh, khususnya Komplek Terrace Pelangi, sudah lama menjadi langganan banjir setiap kali intensitas hujan tinggi. Kondisi tersebut, kata Emi, harus menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi banjir, terutama di wilayah Kecamatan Landasan Ulin.

Emi mengungkapkan, Pemerintah Kota Banjarbaru sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penanganan, seperti normalisasi sungai dan pembenahan drainase.

Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu menekan aliran air limpasan secara maksimal.

“Artinya masih ada yang perlu dibenahi secara serius, terutama fungsi drainase, penguatan daerah resapan air, serta optimalisasi program penanganan banjir yang sudah direncanakan,” katanya.

Meski demikian, Emi mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dalam penanganan darurat banjir. Melalui BPBD, pemerintah telah melakukan evakuasi warga ke kantor kelurahan, memberikan layanan medis, serta menyalurkan bantuan logistik dan obat-obatan. Bahkan, lokasi pengungsian juga dikunjungi langsung oleh Wali Kota Banjarbaru.

Namun Emi menegaskan, penanganan banjir tidak boleh berhenti pada tahap respons darurat.

DPRD, lanjutnya, memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan pemerintah agar program mitigasi banjir berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kita sudah memiliki masterplan penanganan banjir. Harapannya masterplan ini benar-benar dijadikan acuan dan dievaluasi setiap tahun, termasuk melihat sejauh mana tingkat keberhasilannya,” tukasnya.

Ia mengingatkan, jika persoalan banjir terus berulang setiap tahun, dampaknya tidak hanya merugikan warga secara materi, tetapi juga menjadi beban sosial dan lingkungan serta dapat menurunkan rasa aman masyarakat Kota Banjarbaru.

Editor : Arif Subekti
#Banjir #tambak #dprd #banjarbaru #komisi