Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Kepung 89 Sekolah di Batola! Belajar Dari Rumah Diterapkan

Maulana Radar Banjarmasin • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:46 WIB
TERGENANG: Genangan air setinggi 50 sentimeter mengelilingi SMPN 4 Mandastana. Sekolah ini termasuk menerapkan Belajar Dari Rumah.
TERGENANG: Genangan air setinggi 50 sentimeter mengelilingi SMPN 4 Mandastana. Sekolah ini termasuk menerapkan Belajar Dari Rumah.

MARABAHAN – Banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Kuala memaksa hampir seluruh sekolah di Kecamatan Jejangkit dan Mandastana menerapkan sistem Belajar Dari Rumah (BDR).

Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMPN 4 Mandastana yang berada di jalan poros menuju Kecamatan Jejangkit.

Aktivitas belajar tatap muka terpaksa dihentikan karena akses menuju sekolah serta lingkungan sekitar terendam banjir.

Kepala SMPN 4 Mandastana, Suprianto (58) mengatakan banjir sudah berlangsung sekitar satu pekan.

Bahkan, setelah libur semester, siswa hanya sempat masuk sekolah selama satu hari.

"Besoknya langsung diterapkan BDR sesuai edaran dari Dinas Pendidikan. Sementara itu, dewan guru tetap wajib hadir ke sekolah untuk memantau pelaksanaan pembelajaran daring," ujar Suprianto, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, genangan air mengepung area sekolah dengan ketinggian di halaman mencapai sekitar 50 sentimeter, meski ruang kelas masih terpantau aman.

"Akses menuju sekolah juga terendam, termasuk jalan menuju rumah siswa. Bahkan ketinggian air di luar sekolah lebih dalam dari halaman sekolah," jelasnya.

Suprianto menambahkan, banjir kali ini mengingatkan pada peristiwa serupa pada 2021 lalu.

Namun, ketika itu air sempat merendam seluruh ruang kelas.

"SMP Negeri 4 Mandastana memiliki 80 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX. Harapan kami bisa segera kembali belajar tatap muka, namun jika air terus naik kemungkinan BDR akan berlangsung cukup lama, karena ini juga dipengaruhi air kiriman dari kabupaten tetangga," sebutnya.

Berdasarkan data dashboard satuan pendidikan, tercatat 89 sekolah di Kabupaten Barito Kuala terdampak banjir.

Rinciannya, PAUD 26 sekolah, SD 53 sekolah, SMP 7 sekolah, dan SMA/SMK 3 sekolah.

Selain Mandastana dan Jejangkit, sekolah-sekolah di Kecamatan Tabukan, Bakumpai, dan Kuripan juga menerapkan pembelajaran daring.

Sejumlah sekolah yang terdampak antara lain SMPN 1 Mandastana, SMPN 5 Mandastana, SMPN 5 Alalak, serta puluhan SD, TK, dan KB di wilayah terdampak banjir.

Adapun sekolah-sekolah yang saat ini melaksanakan pembelajaran daring di Kecamatan Mandastana, Jejangkit, Tabukan, Bakumpai, dan Kuripan antara lain SDN Rantau Bamban, SDN Bahandang 1 dan 2, SDN Balukung 1 dan 2, SDN Pantang Raya, SDN Panca Karya, SD Negeri Semangat Karya, SD Islam Al-Fatih, TK Ar-Rahman, SMPN 2 Kuripan, SDN Jarenang, SD Negeri Jejangkit Muara 1 dan 2, TK Tunas Harapan 1, TK Negeri 3 Mandastana, SD Negeri Sampurna 2, TK Harapan Masa, KB Tunas Harapan, SDN Antasan Segera 1 dan 2, TK Bunga Dahlia, TK Semangat Bunda, SD Negeri Pantai Hambawang, SDN Tamba Jaya, SMP Negeri 4 Mandastana, SMP Negeri 1 Mandastana, KB Flamboyan, KB Karya Ibu, SDN Puntik Luar 1 dan 2, SDN Jejangkit Pasar, SDN Cahaya Baru, TK Margo Utomo, SDN Tanipah 3, TK Nusa Indah, KB Budi Luhur, SDN Banua Anyar, SMPN 5 Alalak, TK Pelangi, SMPN 5 Mandastana, serta SDN Lokrawa.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Banjir #Batola #belajar dari rumah