PARINGIN - Pendataan kerusakan rumah warga akibat banjir bandang di Kabupaten Balangan akhirnya tuntas. Fokusnya mencakup dua wilayah terdampak terparah, yakni Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Halong.
Proses pendataan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Permukiman Kabupaten Balangan dengan menurunkan tim fasilitator lapangan. Tim menyisir langsung permukiman warga untuk memastikan tingkat kerusakan rumah pascabanjir bandang yang terjadi sejak 27 Desember 2025 lalu.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUPRPerkim Balangan, Rudi Haryadie, menyampaikan bahwa hasil akhir pendataan mencatat sebanyak 455 unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori yang beragam.
“Total rumah yang terdampak sebanyak 455 unit, dengan kondisi rusak ringan hingga rusak berat,” ujar Rudi, Selasa (6/1).
Dari jumlah tersebut, kerusakan ringan mendominasi dengan total 232 unit. Satu unit diantaranya berada di Desa Binuang Santang, Kecamatan Halong, sementara sisanya tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Tebing Tinggi. Untuk kategori rusak sedang, tercatat 180 unit rumah, terdiri atas dua unit di Desa Binuang Santang dan 178 unit di Kecamatan Tebing Tinggi.
Sementara itu, rumah dengan kategori rusak berat tercatat sebanyak 43 unit. Delapan unit berada di Desa Binuang Santang, Kecamatan Halong, dan 35 unit lainnya berada di Kecamatan Tebing Tinggi.
Rudi menjelaskan, meski pendataan baru rampung, upaya perbaikan rumah warga sebenarnya sudah dilakukan sejak masa tanggap darurat berlangsung. Perbaikan dilakukan secara bertahap, seiring tim melakukan verifikasi kondisi bangunan di lapangan.
“Kami berharap tidak ada lagi rumah warga yang miring atau membahayakan keselamatan penghuninya, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang,” tutupnya.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief