Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jangan Lewati Muara Muning Tapin-Balimau HSS! Jalan Tergenang Banjir, Kendaraan Banyak Mogok

Rasidi Fadli • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:25 WIB
MOGOK: Salah satu pengendara yang kendaraannya mogok didorongkan langsung Bupati Tapin H Yamani saat pemantauan lokasi banjir.
MOGOK: Salah satu pengendara yang kendaraannya mogok didorongkan langsung Bupati Tapin H Yamani saat pemantauan lokasi banjir.

RANTAU – Hampir sepanjang jalan akses Muara Muning Tapin–Balimau HSS yang menghubungkan Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terendam banjir.

Kondisi ini membuat jalur alternatif penghubung wilayah Hulu Sungai menuju Banjarmasin menjadi rawan untuk dilintasi, dan kerap menyebabkan kendaraan mogok.

Ruas jalan tersebut selama ini menjadi pilihan pengendara dari wilayah Hulu Sungai Selatan dan sekitarnya menuju Banjarmasin.

Namun genangan air dengan kedalaman bervariasi menjadikannya akses ini berbahaya, terutama bagi kendaraan rendah dan bertransmisi otomatis.

Salah satu pengendara yang terdampak adalah Aulia Ain Nur Rohmah Sumari, mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Saat itu, ia hendak menuju Kandangan dari Banjarmasin.

Aulia sempat diperingatkan warga di tikungan jalan agar tidak melintas.

Namun karena mengira jalur masih bisa dilewati, ia tetap melanjutkan perjalanan.

“Saya juga kurang mencari tahu informasi di media sosial terkait genangan air, karena biasanya memang sering lewat sini,” ujarnya, Selasa (6/1/2026) sore.

Keputusan itu berujung mogok.

Kendaraan yang dikendarainya terhenti di tengah genangan air, dan ia sempat tak bisa melanjutkan perjalanan.

“Lumayan lama kendaraan mogok,” katanya.

Kepala Desa Masta, Kecamatan Bakarangan, Hartoni mengatakan banjir telah merendam kawasan tersebut sekitar 10 hari terakhir.

Selama itu pula, kendaraan mogok hampir setiap hari terjadi.

“Sudah 10 hari terendam banjir. Kendaraan mogok sudah tidak terhitung lagi. Kami imbau pengendara untuk tidak melalui jalan ini dulu,” ucap Hartoni.

Ia menyebut warga setempat bersama pemerintah desa kerap membantu pengendara yang mengalami mogok di lokasi.

“Biasanya kalau ada yang mogok, dibantu oleh warga. Dari desa juga kami siapkan operasional untuk membantu pengendara,” tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Noor mengungkapkan genangan air di ruas jalan dari Sungai Rutas hingga Desa Masta berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter.

Bahkan di beberapa titik, ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

“Imbauan kami, untuk kendaraan yang rendah tidak disarankan melintas. Yang masih bisa lewat itu jenis double cabin. Kendaraan matik banyak yang mogok,” jelasnya, Rabu (7/1/2026).

Selain terendam banjir, kondisi jalan juga dipenuhi lubang yang tertutup air dan membahayakan pengendara.

“Harus ekstra hati-hati, karena hampir sepanjang jalan tergenang. Memang banyak kejadian kendaraan mogok di sana,” tegasnya.

Muhammad Noor menambahkan, pengguna jalan yang melintas tidak hanya berasal dari Tapin.

Tapi, juga dari daerah lain yang memanfaatkan jalur tersebut untuk mobilitas dan angkutan.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tapin, Maria Ulfah menegaskan kondisi jalan saat ini berbahaya dilewati.

“Karena adanya banjir, keselamatan pengguna jalan tidak terjamin. Kendaraan banyak yang mogok berdasarkan hasil survei sampai Balimau Kandangan,” ujarnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk memasang rambu peringatan di sejumlah titik, termasuk dari arah Kandangan.

“Kami juga minta bantuan warga sekitar, termasuk dari Kandangan, untuk membantu memberikan imbauan kepada pengguna jalan,” pungkasnya.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Banjir #mogok #Tapin #HSS