BANJARBARU - Rencana kedatangan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka ke Kalsel dimatangkan dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di Gedung Idham Chalid, Selasa (6/1). Rakor langsung dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin.
Pangdam mengatakan, bahwa ia menerima informasi terkait kunjungan Wakil Presiden RI ke Kalimantan Selatan untuk peninjauan banjir. “Karena itu, hari ini (kemarin, red) tadi kami juga meninjau langsung ke lokasi banjir di Sungai Tabuk Keramat, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan,” bebernya.
Zainul menjelaskan, kondisi banjir di Balangan saat ini sudah surut. Karena itu, menurutnya akan kurang tepat apabila Wapres melakukan peninjauan ke daerah tersebut lantaran situasi di lapangan sudah kembali normal.
“Balangan sampai sekarang sudah surut. Kalau Wapres datang ke sana tapi tidak ada apa-apa lagi yang ditinjau, dirasa tidak perlu,” imbuhnya.
Sebaliknya, Pangdam menilai wilayah Sungai Tabuk Keramat masih cukup relevan untuk menjadi lokasi kunjungan apabila Wapres memang dijadwalkan mengunjungi banjir di Kalsel. Ia mengaku telah meninjau langsung kawasan tersebut dan mendapati sekitar 200 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air hingga di bawah lutut. “Kurang lebih ada 200 KK yang tergenang. Dari jumlah itu, sekitar 120 orang terpaksa mengungsi,” sebutnya.
Menurutnya, banjir di Sungai Tabuk Keramat juga berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, terutama konsumsi. Karena itu, dapur lapangan telah disiapkan untuk membantu warga terdampak. “Masalahnya memang di makan, agak repot. Jadi di sana juga disiapkan dapur lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, banjir di kawasan tersebut dapat surut apabila tidak disertai hujan. Pangdam pun berharap kondisi cuaca dapat mendukung rencana kunjungan Wapres besok. “Kita berharap cuaca mendukung. Besok (hari ini, red) kemungkinan akan dikomunikasikan lagi. Kalau memang tidak perlu ke suatu lokasi, ya tidak perlu,” imbuhnya.
Sementara, perihal rencana kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto ke Kalsel, dia menyebut hingga kini informasi tersebut belum ada agenda resmi. “Sekitar tiga minggu lalu memang sempat ada komunikasi bahwa Presiden akan ke Kalselteng. Namun, perkiraan di akhir Januari atau Februari. Dalam kunjungan itu pun kita menyiapkan beberapa objek yang akan dikunjungi presiden, seperti sekolah rakyat,” ungkapnya.
Selain itu, sejumlah agenda alternatif juga disiapkan. Di antaranya smart class, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kegiatan Koperasi Merah Putih yang lokasinya saling berdekatan dengan sekolah rakyat tersebut. “Kita berharap kunjungan Presiden bisa terlaksana. Tapi semua menyesuaikan jadwal Istana, biasanya minimal seminggu sebelumnya sudah ada kepastian,” tandasnya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief