Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Rumah di Atas Bantaran Sungai Banjarmasin Semakin Menjorok ke Sungai, Hambat Program Normalisasi

Zulvan Rahmatan • Selasa, 6 Januari 2026 | 14:54 WIB
Sungai di Kelurahan Pemurus Dalam masih didapati bangunan yang makin menjorok ke tengah sungai.
Sungai di Kelurahan Pemurus Dalam masih didapati bangunan yang makin menjorok ke tengah sungai.

BANJARMASIN - Sejumlah bangunan rumah di atas bantaran sungai di Banjarmasin didapati semakin menjorok ke tengah sungai.

Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Banjarmasin. Pasalnya akan berdampak rencana normalisasi sungai.

Kepala Disperkim Banjarmasin, Chandra menyebut mayoritas bangunan di atas bantaran ini bahkan berkembang tak beraturan. Terutama di kawasan yang tergolong kumuh. Mayoritas di Kecamatan Banjarmasin Selatan.

“Di sana ada Pemurus Dalam, Kelayan, yang memang padat penduduk. Tapi di Banjarmasin Utara juga ada seperti Kuin dan Alalak,” terangnya, Selasa (6/1/2025).

“Dia mengatakan, penanganan dan pengurangan kawasan kumuh di Banjarmasin terus dilakukan sejak 2022, melalui Bidang Permukiman, termasuk berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

“Surat ketetapan tahun 2022 mencatat kawasan kumuh sekitar 508 hektare. Target penanganan 65 hektare pertahun. Saat ini sudah tertangani sekitar 210 hektare hingga 2025,” sebutnya.

Ia menegaskan, penanganan kawasan kumuh masih tersisa 298 hektare, dengan target penanganan dalam kurun waktu empan tahun ke depan.

Perihal rumah yang menjorok ke sungai, dia mengatakan sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat tak menambah yang akan menghambat program normalisasi.

“Kami harap masyarakat bisa mematuhi. Karena akan menyulitkan normalisasi sungai,” tegasnya.

“Pembenahan infrastruktur tak beratur dikatakannya terus diupayakan. Selain itu, perbaikan akses jalan hingga sanitasi tidak layak turut didorong.

Editor : M Oscar Fraby
#banjarmasin #Sungai #kawasan kumuh