RANTAU – Gegara kebanjiran, akses jalan menuju SMKN 1 Tapin Selatan di Jalan Sragen Desa Sawang Kecamatan Tapin Selatan mengalami kerusakan cukup parah. Aktivitas belajar mengajar pun terganggu.
Dari pantauan di lapangan, selain digenangi air, badan jalan tampak rusak dan berlumpur. Membuat kendaraan sulit melintas.
Abdul Ghani, salah seorang warga setempat mengatakan, kerusakan jalan sudah berlangsung lama. Sedangkan banjir terjadi sekitar setengah bulan terakhir. “Untuk jalan menuju SMK ini sudah lama rusak. Kalau banjir seperti sekarang, tidak bisa dilewati sama sekali karena berlumpur,” keluhnya.
Akibat kondisi tersebut, para pelajar terpaksa menggunakan jalur alternatif dengan memutar melalui jalan tembus Tambarangan, yang jaraknya lebih jauh.
Warga pun berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar akses menuju sekolah bisa kembali lancar dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik. “Kami minta diperbaiki secepatnya, karena memang akses ini vital,” harapnya.
Atas keluhan itu, Bupati Tapin, Yamani turun langsung ke lokasi, untuk melihat secara langsung kondisi jalan dan ketinggian air yang menggenangi akses vital menuju sekolah kejuruan tersebut. Dia menegaskan bahwa akses jalan menuju SMKN 1 Tapin Selatan memang sudah menjadi perhatiannya sejak lama. Bahkan, anggaran perbaikan telah disiapkan dalam perencanaan tahun 2026.
“Untuk tahun 2026 ini, anggarannya sudah kita siapkan. Setelah kita pantau langsung, memang selain jalannya rusak, kawasan ini juga sering tergenang banjir,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan banjir tidak hanya disebabkan kondisi jalan, tetapi juga dipengaruhi keberadaan jembatan yang dinilai menghambat aliran air. Karena itu, penanganan akan dilakukan secara menyeluruh.
“Jembatan yang ada akan kita bongkar dan diperbaiki dengan ketinggian yang lebih memadai agar aliran air lancar. Setelah itu, baru kita lakukan perbaikan jalan,” janjinya.
Dengan langkah tersebut, dia berharap permasalahan banjir dan akses jalan menuju SMKN 1 Tapin Selatan dapat teratasi. “Sehingga aktivitas pendidikan tidak lagi terganggu, terutama saat musim hujan,” imbuhnya.
Editor : M Oscar Fraby