Prakirawan BMKG Kalsel, Sekar Utami, menjelaskan potensi gelombang tinggi tersebut diprakirakan terjadi pada 11 hingga 13 Januari 2026, khususnya di perairan Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.
“Kondisi ini perlu diwaspadai oleh perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry yang beroperasi di wilayah perairan tersebut,” ujarnya, Selasa (6/1/2026) siang
Menurutnya, potensi gelombang tinggi ini dipengaruhi oleh pola angin yang umumnya bertiup dari arah barat daya hingga timur laut dengan kecepatan 5 sampai 35 kilometer per jam.
Benar saja, berdasarkan prakiraan cuaca perairan yang berlaku mulai Rabu (7/1/2026) pukul 08.00 Wita, BMKG mencatat kondisi cuaca laut di perairan Kalimantan Selatan umumnya berawan hingga hujan, dengan potensi hujan disertai petir terutama pada malam hari.
Di perairan Tanah Laut diprakirakan mengalami hujan ringan hingga hujan disertai petir, dengan kecepatan angin mencapai 12 knot dan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1,25 meter.
Kondisi serupa diprakirakan juga terjadi di perairan Kotabaru dan Tanah Bumbu, yang berpotensi bakal terjadi hujan disertai petir pada pagi hingga malam hari.
Kecepatan angin di kedua wilayah tersebut berkisar 8 hingga 10 knot dengan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1,25 meter.
“Suhu udara perairan berkisar 25 hingga 27 derajat Celsius dengan kelembapan udara cukup tinggi, mencapai 80 hingga 93 persen,” kata Sekar.
Sedangkan cuaca perairan di wilayah Banjarmasin, diprakirakan hujan ringan pada pagi dan siang hari, hujan disertai petir pada malam hari, serta hujan ringan pada dini hari.
Kecepatan angin berkisar 9 knot dengan tinggi gelombang relatif rendah, antara 0,1 hingga 0,5 meter.
BMKG menegaskan, meski pada awal periode belum dikeluarkan peringatan dini khusus untuk cuaca laut, masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat.
“Kami mengimbau nelayan dan operator kapal untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melaut,” lugasnya.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi gelombang dan angin cukup signifikan,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno