BANJARBARU – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 2 Bangkal, Kota Banjarbaru, dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyusul genangan banjir yang merendam lingkungan sekolah sejak Senin (malam).
Kepala SDN 2 Bangkal, Nur Ihwanto, mengatakan air mulai naik sejak waktu maghrib dan terus bertambah hingga mencapai teras ruang kelas sekitar pukul 01.00 Wita. Meski demikian, air tidak sampai masuk ke ruang-ruang kelas.
“Air mulai masuk ke halaman sejak maghrib. Sekitar jam satu malam sudah sampai ke teras ruangan, tapi alhamdulillah tidak masuk ke kelas. Ketinggiannya sekitar 50 sampai 60 sentimeter,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Selasa (6/1) pagi
Ia menjelaskan, kondisi air pada Selasa pagi sudah mulai surut perlahan. Namun demi keselamatan peserta didik, pihak sekolah memutuskan untuk melaksanakan PJJ setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.
“Untuk hari ini pembelajaran kita laksanakan jarak jauh. Ini hasil pemantauan sejak malam dan koordinasi dengan dinas pendidikan,” katanya.
Menurut Nur Ihwanto, kebijakan PJJ di tingkat sekolahnya saat ini bersifat fakultatif atau menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Kalau SD kan ada anak kelas 1, kita khawatirkan membahayakan anak-anak. Jadi kami ambil langkah aman,” jelasnya.
Ia memperkirakan genangan air dapat surut dalam waktu satu hari apabila tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada sore hingga malam hari.
Namun jika air kembali naik atau tidak surut hingga malam, pihak sekolah akan kembali mengajukan perpanjangan PJJ ke Dinas Pendidikan.
“Biasanya penurunan air bisa satu hari. Asal tidak ada hujan lagi. Kalau sore sudah surut, kemungkinan besok bisa mulai masuk lagi. Tapi kalau belum, kita ajukan PJJ lagi,” pungkasnya.
Sekadar informasi, SDN 2 Bangkal juga berada satu atap dengan SMPN 12 Banjarbaru yang memang menjadi langganan banjir
Editor : Arif Subekti