BANJARBARU – Banjir kembali merendam permukiman warga Desa Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru.
Aparat kepolisian pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul tingginya debit air akibat hujan berkepanjangan dan luapan sungai.
Babinkamtibmas Landasan Ulin Selatan, Aiptu Sandra mengatakan banjir terjadi di sejumlah titik rawan, terutama di wilayah RT 01, RT 02, RT 03, hingga kawasan Pembataan.
“Debit air sungai cukup tinggi sehingga meluap ke pemukiman warga. Ini juga dipengaruhi hujan yang turun lama dan air kiriman dari daerah sekitar,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, banjir dipicu meluapnya dua aliran sungai yang melintas di Desa Pengayuan.
Ketinggian air di atas tanggul sungai mencapai sekitar 5 hingga 10 sentimeter.
Sementara genangan di rumah warga berkisar 20 hingga 30 sentimeter, baik di halaman maupun di dalam rumah.
Meski banjir merendam rumah warga, kondisi kesehatan masyarakat sejauh ini masih relatif aman.
Namun, terdapat satu hingga dua warga yang mengeluhkan gangguan pada kaki akibat terlalu lama terendam air.
“Untuk sementara secara umum warga masih sehat. Cuma beberapa ada yang mengeluhkan gangguan pada kaki,” katanya.
Aiptu Sandra menjelaskan, hingga kini belum dilakukan evakuasi besar-besaran.
Namun, tenda pengungsian telah disiapkan oleh BPBD sebagai langkah antisipasi bagi warga yang rumahnya tidak memungkinkan untuk ditempati.
“Kalau memang diperlukan, warga bisa bermalam di tenda yang sudah disiapkan,” jelasnya.
Dalam situasi banjir, aparat kepolisian juga mengingatkan warga agar mewaspadai potensi bahaya lain.
Terutama aliran listrik dan kemunculan hewan liar dari kawasan rawa di sekitar permukiman.
“Kami mengimbau warga agar memastikan tidak ada aliran listrik yang terendam air. Selain itu, waspadai juga hewan liar seperti ular yang bisa membahayakan,” tegasnya.
Meski warga Pengayuan dinilai cukup sigap karena banjir kerap terjadi setiap tahun, ia mengingatkan kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Jangan lengah, guna meminimalkan risiko selama banjir berlangsung.
Editor : Eddy Hardiyanto