BANJARMASIN – SDN Sungai Lulut 3, yang berada di Jalan Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur, kembali dikepung banjir rob.
Akibatnya, aktivitas belajar mengajar lumpuh.
Pihak sekolah bahkan telah melakukan langkah antisipasi sebelum edaran resmi dikeluarkan.
Kepala Sekolah SDN Sungai Lulut 3, Huda Ahmadi mengatakan banjir tidak hanya menggenangi halaman dan ruang kelas.
Tetapi juga diduga menyebabkan lantai kelas melengkung, terutama di kelas V dan VI.
“Seperti pondasi bangunan terganggu akibat sering terendam banjir. Kondisi ini sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan,” ujar Huda, Senin (5/1/2026).
Ia mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, siswa terpaksa duduk membentuk lingkaran mengikuti kontur lantai yang melengkung.
Langkah ini dilakukan demi menghindari risiko kecelakaan.
“Ruangan yang lantainya melengkung kami isi dengan kelas yang jumlah siswanya paling sedikit,” tambahnya.
Menurut Huda, banjir bukan kejadian baru bagi sekolah tersebut.
Genangan hampir terjadi setiap tahun, namun kondisi terparah dialami pada 2021 dan kembali terulang pada awal Januari 2026.
Sebelum banjir meninggi dan masuk ke ruang kelas, pihak sekolah lebih dulu mengamankan berkas penting, peralatan elektronik, serta mematikan aliran listrik.
“Air sudah menunjukkan tanda-tanda tidak surut. Jadi kami antisipasi lebih awal sebelum masuk ke dalam ruangan,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama, bersama Kabid Sekolah Dasar (SD) Ibnul Qoyyim turut meninjau langsung kondisi banjir rob yang merendam SDN Sungai Lulut 3.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan masih melakukan peninjauan di sejumlah sekolah lain di Banjarmasin yang terdampak banjir rob cukup parah.
Editor : Eddy Hardiyanto