Pernyataan bernada canda itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Kuala (Batola), Minggu (4/1/2026) siang.
Celetukan tersebut muncul di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih membayangi Kalimantan Selatan.
Saat acara berlangsung, cuaca di Marabahan terpantau relatif bersahabat. Meski sempat diselimuti awan mendung, hujan tidak turun hingga kegiatan selesai.
“Kita ini sedang menghadapi cuaca ekstrem. Biasanya puncaknya di bulan Januari. Mudah-mudahan setelah Januari aman,” ujar Muhidin dalam sambutannya.
Melihat kondisi cuaca itu, Muhidin lalu melontarkan candaan. Ia menyebut, setiap kali ada kegiatan, hujan seolah berpindah ke tempat lain.
“Kalau ada acara, hujannya pindah. Jadi banyakin acara saja untuk memindah hujan,” ucapnya, disambut tawa undangan.
Candaan tersebut berlanjut. Muhidin bahkan menyarankan agar kegiatan serupa digelar hingga kawasan pegunungan.
“Kalau perlu di gunung-gunung juga bikin acara, supaya hujannya pindah ke luar,” katanya.
Muhidin mengaku celetukan itu berangkat dari fenomena yang ia anggap unik.
Di tengah puncak musim hujan, kegiatan Hari Jadi Batola justru berlangsung tanpa hujan. Ia pun menyebutnya sebagai ‘kesaktian’ pawang hujan.
“Kalau sampai sebulan ini tidak hujan, selamat kita,” ujarnya.
Baca Juga: Bencana Makin Meluas, Pemkab Banjar Terbitkan Edaran Parpol dan Ormas Harus Peduli Banjir
Di balik nada bercanda, Muhidin menyampaikan peringatan serius terkait potensi banjir.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kalsel saat ini menghadapi dua kondisi alam sekaligus yang sama-sama berpotensi menimbulkan genangan.
Curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai terjadi bersamaan dengan naiknya muka air laut yang melebihi kondisi pasang-surut normal.
Akibatnya, aliran air dari wilayah hulu Sungai Barito tertahan dan sulit mengalir ke daerah hilir.
“Air sungai naik, hujan juga tinggi. Ditambah air laut pasang lebih tinggi dari biasanya,” ujar Muhidin.
Ia menyebut, dampak kondisi tersebut sudah dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan permukiman di Banjarmasin.
Muhidin memperkirakan, situasi itu masih akan memburuk dalam beberapa hari ke depan. “Tanggal 9 nanti airnya akan lebih naik lagi,” katanya.
Menurutnya, kombinasi faktor alam tersebut menjadi penyebab banjir yang hampir setiap tahun melanda Kalsel.
“Di Kalsel ini, hujan dua hari siang-malam saja sudah bisa banjir,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Muhidin kembali melontarkan candaan soal pawang hujan. “Mudah-mudahan ada acara seperti ini terus tiap hari. Waduh, selamatlah kita,” ujarnya sambil tersenyum.
Celetukan tersebut tak berhenti di lokasi acara. Potongan video sambutan Muhidin kemudian beredar luas di media sosial.
Salah satunya diunggah akun Instagram @banjarinsight dan menarik perhatian warganet.
Baca Juga: Terendam Banjir, Sejumlah Sekolah di Kalsel Berlakukan Belajar dari Rumah
Hingga Senin (5/1/2026) siang, video tersebut telah ditonton lebih dari 11,7 ribu kali, disertai ratusan tanggapan.
Editor : Sutrisno