BANJARMASIN – Aktivitas belajar mengajar di Kota Banjarmasin terganggu akibat banjir. Puluhan sekolah dilaporkan terdampak genangan, mulai dari tingkat PAUD hingga SMP. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pun diterapkan.
Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan dampak banjir kali ini cukup serius, karena genangan tidak hanya terjadi di halaman sekolah, namun juga sudah masuk ke ruang kelas.
“Genangan airnya bervariasi, ada yang cukup tinggi dan bahkan sudah masuk ke dalam ruang kelas. Air juga relatif lama surutnya,” ujar Ryan, Senin (5/1/2026).
Berdasarkan laporan sementara dari seluruh kepala sekolah, jumlah sekolah terdampak mencapai 50 institusi pendidikan. Rinciannya, lima TK atau PAUD, 26 Sekolah Dasar (SD), serta 19 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sekolah-sekolah tersebut mayoritas berada di wilayah Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Timur.
Dua kawasan tersebut yang hingga kini masih mengalami genangan cukup parah akibat luapan air dan tingginya curah hujan. Kondisi ini membuat sejumlah sekolah tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Khususnya dari sisi keselamatan dan kenyamanan peserta didik.
“Untuk sekolah yang lingkungannya tidak memungkinkan, pembelajaran tatap muka ditiadakan sementara dan dialihkan ke PJJ,” jelasnya.
Selain sekolah, faktor rumah peserta didik yang ikut terendam banjir juga menjadi pertimbangan utama. Disdik menilai PJJ menjadi opsi paling realistis agar hak belajar siswa tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.
“Sistem PJJ ini berlaku bagi peserta didik dari sekolah yang terdampak genangan maupun siswa yang rumahnya terdampak banjir,” tambahnya.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Disdik Kota Banjarmasin tentang pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat banjir, yang telah disebarkan ke seluruh satuan pendidikan.
Disdik akan terus memantau kondisi sekolah yang ada di Banjarmasin. Hasilnya akan menjadi dasar penyesuaian kebijakan selanjutnya.
“Pemberlakuan kebijakan ini sifatnya situasional. Kalau kondisi sudah aman dan banjir surut, tentu PJJ akan kita hentikan dan kembali ke pembelajaran normal,” katanya.
Sementara, untuk tenaga pendidik, tetap masuk kerja seperti biasa. “Guru tetap masuk, karena statusnya pegawai. Untuk mekanisme kerja ASN di tengah kondisi banjir ini, kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari BKD,” terangnya.
Editor : M Oscar Fraby