PELAIHARI - Curah hujan tinggi yang hampir setiap hari mengguyur Kabupaten Tanah Laut (Tala) sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026 menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.
Sedikitnya empat kecamatan terdampak, yakni Tambang Ulang, Bati-Bati, Kurau, dan Bumi Makmur. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala menetapkan status siaga bencana selama 14 hari, terhitung sejak Jumat (2/1/2026).
Bupati Tala H Rahmat Trianto bersama jajaran SKPD terkait juga rutin turun langsung ke lapangan untuk meninjau lokasi banjir serta memastikan keselamatan warga terdampak.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Tala, terdapat dua jenis bencana yang terjadi, yakni banjir dan banjir rob di wilayah pesisir. Banjir rob melanda dua kecamatan, yaitu Kurau dan Bumi Makmur.
Di Kecamatan Kurau, desa yang terdampak meliputi Handil Negara, Kurau, Tambak Sarinah, Padang Luas, dan Kali Besar.
Sementara di Kecamatan Bumi Makmur, banjir rob merendam Desa Bumi Harapan, Handil Babirik, Handil Birayang Bawah, Pantai Harapan, Handil Labuan Amas, Handil Suruk, Sungai Rasau, Handil Maluka, Handil Gayam, Handil Birayang Atas, serta Kurau Utara.
Secara keseluruhan, banjir rob berdampak pada 1.255 rumah, 1.338 kepala keluarga, dan 3.851 jiwa.
Sementara itu, bencana banjir akibat luapan air terjadi di empat kecamatan, yakni Bati-Bati, Pelaihari, Tambang Ulang, dan Bajuin. Kecamatan Bati-Bati dan Tambang Ulang menjadi wilayah dengan dampak terparah.
Di Kecamatan Bati-Bati, desa terdampak meliputi Bati-Bati, Nusa Indah, Pandahan, Ujung, Sambangan, Benua Raya, Banyu Irang, dan Padang.
Di Kecamatan Pelaihari, banjir terjadi di Desa Pemuda, sedangkan di Kecamatan Bajuin terdampak Desa Kunyit.
Adapun di Kecamatan Tambang Ulang, wilayah terdampak meliputi Desa Kayu Abang, Gunung Raja, Martadah Baru, Martadah, dan Sungai Pinang.
Total dampak banjir daratan ini mencapai 1.679 rumah, 1.641 kepala keluarga, dan 5.061 jiwa.
BPBD Tala telah melakukan sejumlah langkah penanganan, diantaranya koordinasi berjenjang, asesmen lapangan, pengukuran tinggi muka air, pendirian dapur umum oleh Dinas Sosial, penyebaran informasi kebencanaan, distribusi air bersih oleh Satpol PP dan Damkar, serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Tala, Aspi Setia Rahman, mengatakan pihaknya telah mendirikan dua posko utama selama status siaga bencana berlangsung.
“Posko didirikan di Kantor Kecamatan Bati-Bati dan Kantor Kecamatan Kurau sebagai Puslap,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).
Selain itu, BPBD juga menyiagakan personel gabungan dari TNI/Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, serta relawan di sejumlah titik rawan banjir.
“Penambahan posko bersifat dinamis. Kami terus memantau kondisi lapangan sebelum menambah titik pengamanan baru,” katanya.
Editor : Arif Subekti