KANDANGAN – Awal tahun 2026, kembali menjadi masa sulit bagi warga kawasan Tawar, Desa Sungai Kupang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Hingga Minggu (4/1/206).
Banjir akibat tingginya intensitas hujan masih merendam sebagian besar permukiman warga.
Bahkan disebut lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Banjir telah berlangsung sekitar satu pekan.
Warga menyebut genangan air mencakup hampir seluruh kawasan permukiman, dengan ketinggian yang bervariasi.
"Sekitar 80 persen rumah warga terendam. Untuk ketinggian air ada yang setengah meter, bahkan lebih," ujar Alus (65), warga setempat.
Meski air cukup dalam, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah dan belum mengungsi.
Mereka berharap kondisi segera membaik, meski hujan masih sering turun.
Lisa (45) juga merasakan banjir tahun ini, jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya.
"Jalan di depan rumah saya yang biasanya aman, sekarang ikut terendam," bandingnya.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Wakil Bupati HSS, Suriani turun langsung ke lokasi bersama aparatur desa guna memastikan pendistribusian bantuan berjalan lancar.
“Kami bersama Kepala Desa Sungai Kupang sudah menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang rumahnya terdampak genangan air. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga,” jelas Wabup Suriani.
Hingga kini, warga masih diminta tetap waspada.
Cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan, dan berpotensi memperparah kondisi banjir.
Editor : Eddy Hardiyanto