PELAIHARI – Masa libur semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026 resmi berakhir pada Minggu (4/1/2026).
Kegiatan belajar mengajar semester genap sejatinya dimulai Senin besok.
Namun, curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Itu membuat sejumlah sekolah terendam banjir belum memungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala menerbitkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Pembelajaran bagi Sekolah Terdampak Banjir untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Plt Kepala Disdikbud Tala, Myrza Fazrina mengatakan kebijakan ini diambil demi menjamin kelancaran proses pendidikan sekaligus menjaga keselamatan serta kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik, khususnya di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kurau, dan Bumi Makmur yang terdampak banjir.
“Seluruh satuan pendidikan yang terdampak diminta mengamankan aset dan inventaris sekolah dari genangan air. Selama banjir masih berlangsung, siswa dan guru diperkenankan tidak hadir ke sekolah,” ujar Myrza.
Dalam surat edaran tersebut ditegaskan, sekolah yang belum memungkinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka diminta menerapkan pembelajaran melalui penugasan.
Guru tetap berkewajiban memfasilitasi dan memantau proses belajar siswa dari rumah.
Pembelajaran tatap muka baru dapat kembali dilaksanakan setelah lingkungan sekolah dinyatakan aman dan bebas dari genangan banjir.
Berdasarkan data Disdikbud Tala, sekolah terdampak tersebar di beberapa kecamatan.
Di Kecamatan Bati-Bati, banjir merendam UPTD SDN 2 Benua Raya, UPTD SDN Padang, dan UPTD SDN 2 Pandahan.
Di Kecamatan Kurau, sekolah yang terdampak meliputi UPTD SDN Kali Besar, UPTD SDN 1 Handil Negara, UPTD SDN 2 Handil Negara, serta UPTD SDN Kurau.
Sementara di Kecamatan Bumi Makmur, sekolah terdampak antara lain UPTD SDN Handil Birayang Bawah, SDN Pantai Harapan, dan UPTD SDN 2 Kurau Utara.
“Sekolah lain di wilayah tersebut dilaporkan masih aman dan dapat melaksanakan pembelajaran di dalam kelas,” tambah Myrza.
Disdikbud Tala berharap seluruh satuan pendidikan mematuhi ketentuan dalam surat edaran serta tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah selama banjir berlangsung.
Editor : Eddy Hardiyanto