Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Ribuan Jiwa Terdampak Banjir HST, Warga Tak Mau Mengungsi

Jamaludin • Minggu, 4 Januari 2026 | 08:52 WIB
Rumah dan sekolah di pinggir Jalan Raya Desa Sungai Buluh, HST masih terendam.
Rumah dan sekolah di pinggir Jalan Raya Desa Sungai Buluh, HST masih terendam.

BARABAI – Ribuan rumah terendam. Puluhan fasilitas publik turut terdampak banjir, di lima Desa di Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang terjadi sejak akhir Desember 2025 lalu.

Kasidarlog BPBD HST, Fitriadinor menjelaskan, dari data terakhir tanggal 2 Januari 2025, ada ribuan jiwa yang terdampak. “Di Desa Sungai Buluh, 9 RT terdampak dan 564 rumah terendam. Diantaranya 32 KK terdampak dengan 1.698 jiwa menjadi korban banjir,” ujarnya, Minggu, (4/1).

Fasilitas publik di Sungai Buluh tak luput dari dampak banjir. Dua tempat ibadah terendam, satu Poskesdes, satu kantor, lima sekolah, dan pasar juga terdampak.

Desa kedua yang kebanjiran yakni Desa Mantaas. Ada 7 RT yang terendam banjir. Jumlah rumah yang terendam 185 unit. Jumlah KK terdampak 204 dan 611 jiwa menjadi korban banjir. “Di Mantaas satu tempat ibadah juga kebanjiran, lima sekolah satu kantor dan pasar turut terendam,” tambahnya.

Banjir juga merendam Desa Pahalatan, Kecamatan Labuan Amas Utara. Di sini 3 RT terdampak, 53 rumah terendam, 59 KK terendam 151 jiwa terendam. Fasilitas publik yang terdampak tiga tempat ibadah, dua sekolah, satu Polides, dan satu gedung olahraga.

“Selanjutnya banjir di Desa Tabat 5 RT terendam, 158 rumah terendam, 158 KK terendam. Satu sekolah dan satu kantor juga ikut terdampak,” jelasnya.

Desa terakhir yakni Rantau Bujur. Wilayah terdampak ada 4 RT. 388 rumah terendam 388 KK terendam dan 1.122 jiwa korban banjir. Fasilitas publik terdampak satu tempat ibadah, satu kantor dan tiga sekolah.

Kepala Desa Sungai Buluh, Suriani menjelaskan, sampai saat ini belum ada warganya yang mengungsi akibat banjir.

“Para warga memilih bertahan karena mereka masih bisa membuat tempat tidur seadanya dengan menyusun kayu-kayu di atas lantai. Kecuali sudah tidak memungkinkan mereka baru mengungsi,” jelasnya, Minggu (4/1/2025).

Banjir di Kecamatan Labuan Amas Utara ini ditengarai karena meluapnya Sungai Batang Alai. Kondisi geografis lima desa yang terendam banjir berada di area rawa membuat air lambat untuk surut. “Khusus untuk di Sungai Buluh 3 sampai 4 bulan saat masuk kemarau baru turun drastis airnya,” sebutnya.

Editor : M Oscar Fraby
#Banjir #Sekolah #HST