Berdasarkan rilis BMKG, gempa pertama terdeteksi pukul 11.24 Wita, disusul gempa kedua pada pukul 11.36 Wita.
Gempa terakhir berkekuatan magnitudo 2,6 dengan kedalaman 29 kilometer, berlokasi sekitar 23 kilometer barat laut Balangan.
Meski demikian, gempa tersebut tidak dirasakan oleh masyarakat. Aktivitas warga dilaporkan berlangsung normal tanpa gangguan.
Setiawan, warga Desa Paran, Kecamatan Paringin Selatan, mengaku tidak merasakan adanya getaran saat kejadian.
“Saya tidak merasakan apa-apa. Aktivitas berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi berkekuatan di bawah magnitudo 4 sehingga tidak berpotensi menimbulkan dampak kerusakan.
“Di Balangan terdeteksi dua kali gempa. Selain itu, BMKG juga mencatat gempa di wilayah Kotabaru. Namun untuk Balangan, skalanya kecil dan titiknya cukup jauh, sehingga tidak berdampak,” katanya.
Rahmi memastikan hingga saat ini BPBD Balangan belum menerima laporan kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Kondisi wilayah Balangan dinyatakan aman dan terkendali.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa Balangan dan wilayah Kalimantan Selatan kini tidak lagi sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai daerah bebas gempa.
Berdasarkan informasi BPBD, aktivitas Sesar Meratus mulai menunjukkan pergerakan dan membentang dari Kalimantan Timur hingga Kabupaten Kotabaru, khususnya di sepanjang Pegunungan Meratus.
“Dalam peta kajian risiko bencana yang kami susun bersama para ahli, terlihat adanya garis sesar yang menandakan aktivitas tektonik mulai berkembang,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada. Jika merasakan getaran gempa, warga diminta segera mengamankan diri dan menjauhi bangunan yang berpotensi membahayakan.
“Hingga saat ini belum ada arahan khusus dari BMKG, namun kami terus memantau perkembangan situasi,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno