Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

DPRD Balangan Minta Air Gratis untuk Korban Banjir, PDAM Siapkan Skema Tanggap Darurat

M Dirga • Jumat, 2 Januari 2026 | 15:37 WIB

PERLU PEMBERSIHAN: Rumah warga di Kabupaten Balangan yang terdampak banjir masih memerlukan pembersihan pascabanjir, Kamis (1/1/2026).
PERLU PEMBERSIHAN: Rumah warga di Kabupaten Balangan yang terdampak banjir masih memerlukan pembersihan pascabanjir, Kamis (1/1/2026).
PARINGIN - Anggota DPRD Kabupaten Balangan meminta Pemerintah Daerah menggratiskan biaya penggunaan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama satu bulan bagi masyarakat terdampak banjir. 

Usulan tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk mempercepat pemulihan kondisi warga pascabanjir, khususnya dalam proses pembersihan rumah dan lingkungan.

Permintaan itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Balangan, Syahbudin, S.Sos, setelah turun langsung ke lapangan dan melihat masih banyak permukiman warga yang belum tertangani secara maksimal.

“Ketika kami turun ke masyarakat, kami melihat kondisi rumah-rumah yang sampai sekarang masih belum banyak yang dibersihkan,” ujar Syahbudin.

Ia menjelaskan, keterbatasan akses air bersih menjadi kendala utama yang dihadapi warga. Selain pasokan air yang terbatas, sejumlah permukiman juga berada cukup jauh dari aliran sungai, sehingga menyulitkan warga untuk membersihkan sisa lumpur dan material banjir.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah, khususnya PDAM, agar bisa menggratiskan layanan PDAM selama satu bulan ke depan. Ini penting agar masyarakat yang terdampak banjir dapat membersihkan rumah-rumah mereka dengan air PDAM,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Menurutnya, kebijakan pembebasan biaya air akan sangat membantu meringankan beban warga sekaligus mempercepat pemulihan lingkungan permukiman pascabanjir.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Air Minum Sanggam Balangan, Arie Widodo, menyampaikan bahwa sejak hari pertama banjir, PDAM telah memberikan layanan air bersih secara gratis bagi relawan yang mengambil air di Instalasi Pengolahan Air (IPA).

“Sejak hari pertama terjadinya banjir, para relawan yang mengambil air bersih di Instalasi Pengolahan Air telah mendapatkan layanan air secara gratis,” ujarnya.

Terkait usulan pembebasan biaya air bagi pelanggan terdampak yang dilayani melalui jaringan perpipaan, Arie menyebut pihaknya tengah mengusulkan skema pembiayaan melalui dana tanggap darurat.

“Untuk yang ke rumah melalui pipanisasi dan terdampak banjir, kami usulkan nanti melalui dana tanggap darurat. Mudah-mudahan bisa disetujui oleh pemerintah daerah,” katanya.

Sebagai informasi, banjir tercatat melanda lima dari delapan kecamatan di Kabupaten Balangan, yakni Kecamatan Tebing Tinggi, Awayan, Halong, Juai, dan Paringin Selatan. Total terdapat 4.156 rumah terdampak, dengan 4.185 kepala keluarga dan 13.531 jiwa terdampak di lima kecamatan tersebut.

Di Kecamatan Tebing Tinggi, banjir berdampak pada sejumlah desa dengan ratusan kepala keluarga terdampak. Sementara di Kecamatan Awayan, banjir melanda sedikitnya sembilan desa, yakni Muara Jaya, Pulantan, Putat Basiun, Awayan Pasar, Badalungga Hilir, Badalungga, Awayan Hilir, Baramban, Desa Baru, dan Pudak.

Di Desa Muara Jaya, ratusan keluarga terdampak banjir, termasuk dua langgar dan satu masjid yang ikut terendam. Genangan air juga menutup ruas jalan sepanjang sekitar 500 meter dengan ketinggian 10 hingga 60 sentimeter. Kondisi serupa terjadi di Desa Pulantan dan Putat Basiun, di mana fasilitas pendidikan, kantor kecamatan, pasar, serta tempat ibadah turut terdampak banjir.

 

 

Editor : Sutrisno
#Banjir #Balangan