Memasuki hari kelima pascabanjir, pembersihan rumah warga dan fasilitas umum dilaporkan telah mencapai 95 persen.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi, mengatakan kondisi tersebut menjadi indikator penting dalam penilaian kelanjutan status tanggap darurat bencana.
“Per hari ini, pembersihan pascabanjir sudah mencapai sekitar 95 persen. Aktivitas masyarakat juga mulai kembali normal, baik membuka warung, turun ke kebun, maupun aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Rahmi, Jumat (2/1/2026).
Dengan mulai pulihnya aktivitas warga, BPBD Balangan menilai penanganan bencana di Tebing Tinggi telah memasuki fase transisi menuju pemulihan. Oleh karena itu, status tanggap darurat yang saat ini masih berlaku akan dipertimbangkan untuk berakhir pada hari ketujuh.
“Melihat kondisi di lapangan, kami menyimpulkan status tanggap darurat kemungkinan akan berakhir pada hari ke-7. Selanjutnya masuk ke tahap pemulihan,” katanya.
Dalam fase transisi pemulihan ini, BPBD Balangan juga mulai memetakan tingkat kerusakan bangunan akibat banjir bandang. Di Kecamatan Tebing Tinggi, tercatat sebanyak 211 rumah mengalami kerusakan ringan, 199 rumah rusak sedang, dan 37 rumah rusak berat.
Sementara itu, dampak kerusakan juga terjadi di Kecamatan Halong. BPBD mencatat satu rumah ibadah mengalami kerusakan ringan, serta tujuh rumah warga dilaporkan rusak berat akibat banjir.
Rahmi menambahkan, pendataan kerusakan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah lanjutan, khususnya terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Kami terus memperbarui data kerusakan dan memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno