Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Intensitas Hujan Meningkat, Warga Kalsel Tetap Antusias Kunjungi Tempat Wisata Alam

Norsalim Yahya • Jumat, 2 Januari 2026 | 13:12 WIB
MENGULAR: Pintu masuk objek wisata Pantai Batakan, Tanah Laut dipadati pengunjung, meski turun hujan.
MENGULAR: Pintu masuk objek wisata Pantai Batakan, Tanah Laut dipadati pengunjung, meski turun hujan.

Meski cuaca tidak bersahabat, antusiasme warga berlibur pergantian tahun di pantai dan wisata air tetap tinggi.

 

             ****
PELAIHARI – Pantai masih menjadi tempat wisata pilihan warga di saat libur pergantian tahun. Salah satunya di Patai Batakan Baru, Tanah Laut. Meski sejak pagi hingga siang hujan mengguyur objek wisata favorit ini, Kamis (1/1) kemarin.

Pantauan di pintu masuk menunjukkan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, silih berganti mengantre memasuki kawasan wisata andalan Bumi Tuntung Pandang tersebut. Antrean kendaraan bahkan sempat mengular hingga sekitar 100 meter.

Salah seorang pengunjung, Rahman, mengaku datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana liburan dan keindahan Pantai Batakan Baru. “Meski cuacanya hujan, hal itu tidak menyurutkan niat saya bersama keluarga untuk berlibur,” ujar wisatawan asal Banjarmasin itu.

Namun, menurut pegawai Dinas Pariwisata (Dispar) Tanah Laut, Adit, mengatakan jumlah wisatawan yang berkunjung tahun ini tidak seramai dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau tahun lalu antreannya cukup panjang. Tahun ini paling sekitar 100 meter,” terangnya.

Ia menduga berkurangnya jumlah pengunjung disebabkan oleh cuaca hujan yang terjadi sejak pagi. Selain itu, faktor pelaksanaan 5 Rajab lalu, dinilai turut memengaruhi tingkat kunjungan wisata. “Banyak warga yang memilih beristirahat di rumah. Meski begitu, jumlah pengunjung yang datang masih cukup lumayan,” sebutnya.

Berbeda dengan Pantai Batakan Baru, objek wisata Pantai Takisung di Kecamatan Takisung malah lengang. Meski masih ada pengunjung, jumlahnya tidak seramai di Pantai Batakan Baru.

Sementara, di Wisata Air Sirang Pitu di Desa Miawa, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, meski diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, tetap menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk berlibur bersama keluarga.

Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sirang Pitu, M Rahmani, mengatakan hingga dua hari terakhir jumlah pengunjung masih tergolong ramai. Meski tidak seramai libur tahun baru pada tahun-tahun sebelumnya. “Alhamdulillah tetap ada yang berkunjung. Tapi memang tidak sebanyak libur tahun baru sebelumnya,” ujarnya, Kamis (1/1).

Pada libur tahun baru sebelumnya, jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang. Bahkan, area parkir hingga lapangan di sekitar lokasi wisata sempat tidak mampu menampung kendaraan pengunjung. “Dulu sampai ribuan pengunjung. Parkiran penuh, lapangan pun dipakai parkir,” ujarnya.

Dia mengakui, penurunan jumlah pengunjung dipengaruhi oleh faktor cuaca. Curah hujan yang cukup tinggi membuat debit air meningkat dan kedalaman pemandian bertambah dibandingkan hari-hari biasa. “Faktor cuaca, hujan terus, airnya juga cukup dalam dari sebelumnya. Itu yang mungkin membuat pengunjung berkurang,” imbuhnnya.

Sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berwisata. Pasalnya, sejumlah destinasi wisata di Kalimantan Selatan diprakirakan mengalami hujan dengan potensi kilat/petir dan angin kencang, pada Kamis (1/1), awal tahun.

Berdasarkan prakiraan cuaca wisata BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, kondisi cuaca di beberapa tujuan wisata utama di Kalsel, umumnya berawan hingga hujan ringan–sedang. Bahkan, di beberapa lokasi berpotensi terjadi hujan disertai petir.

BMKG mencatat, suhu udara di Kalimantan Selatan pada 1 Januari 2026 berkisar 23–32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 77–100 persen dan kecepatan angin yang dapat mencapai 20 kilometer per jam.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh Kalimantan Selatan yang saat ini masih berada pada fase puncak musim hujan. “Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Ota Welly Jenni Thalo.

Dia mengingatkan, risiko banjir di Kalimantan Selatan dapat meningkat akibat kondisi geografis wilayah. Khususnya daerah dengan lahan gambut atau tanah yang sudah jenuh air, serta karakteristik topografi yang memiliki banyak aliran sungai.

Kondisi ini bisa diperparah apabila hujan lebat terjadi bersamaan dengan air pasang tinggi alias ROB. “Air di aliran sungai tidak dapat mengalir ke laut secara optimal kalau sedang ROB, sehingga berpotensi menimbulkan genangan,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat untuk mengenali risiko di lingkungan masing-masing, menyiapkan langkah antisipasi saat beraktivitas di kawasan wisata, serta rutin memantau informasi resmi BMKG. “Langkah kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan dampak bencana selama libur awal tahun,” pesannya.

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#Wisata #hujan #Kalsel #cuaca