Ia mengungkapkan, sejumlah langkah strategis telah disiapkan, termasuk adaptasi dan konsolidasi internal di tubuh dekanat.
“Penting untuk terlebih dahulu mendengar, memahami, dan melihat langsung dinamika yang ada di FISIP, baik dari sisi akademik, tata kelola, maupun suasana kerja civitas akademika,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Irwansyah menilai, langkah awal itu dapat menentukan arah kebijakan dan program yang akan diterapkan, menyesuaikan kebutuhan nyata fakultas.
“Saya juga memastikan program-program yang sudah berjalan tetap berlanjut dengan baik, sambil menyusun prioritas kerja secara bertahap dan partisipatif,” terangnya.
Irwansyah memandang FISIP memiliki banyak potensi dan capaian yang patut diapresiasi. Namun, sebagian dari proses pengembangan institusi, tentu masih ada ruang untuk dievaluasi.
Salah satunya koordinasi dan integrasi antar unit, agar pelaksanaan Tridharma dan layanan akademik dapat berjalan efektif dan saling mendukung.
“Penguatan sistem dan tata kelola yang lebih rapi, transparan, serta didukung oleh pemanfaatan teknologi ini penting agar optimal,” tuturnya,
Sehingga, pembenahan ini dimaknai proses bersama, bukan mencari kekurangan, melainkan untuk membangun perbaikan yang berkelanjutan.
“Harapan saya sederhana, FISIP nyaman untuk bekerja, belajar, dan berkembang sehingga suasana saling percaya, menghargai dan mendukung bisa tercipta,” ungkap Irwansyah.
Doktor Administrasi Bisnis dari Universitas Brawijaya Malamg ini optimistis FISIP dapat melenggang tumbuh menjadi fakultas maju, berdaya saing serta tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan tanggung jawab sosial.
“Pada akhirnya, kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan amanah untuk melayani dan menguatkan,” ujarnya.
“Dengan kebersamaan, kerja yang jujur, dan niat yang tulus, saya percaya FISIP dapat terus tumbuh menjadi fakultas yang bermakna bagi civitas akademika, masyarakat dan masa depan,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno