Kemunculan satwa liar tersebut diduga kuat dipicu kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah, sehingga biawak mencari tempat yang lebih tinggi dan aman.
Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten HSU menerima laporan warga dan langsung bergerak menuju lokasi di Kelurahan Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah.
Baca Juga: Kobra Hitam 2 Meter Masuk Toko Pakaian di Pasar Alabio Akibat Banjir
Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 11.56 Wita dengan pengamanan ketat karena ukuran biawak yang besar dan agresif.
Dalam proses penanganan, petugas Damkar menghadapi kendala serius. Biawak beberapa kali mengibaskan ekornya ke arah petugas, sehingga tim harus ekstra waspada agar tidak terjadi cedera.
Dengan peralatan dan teknik khusus, satwa tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dari area perkantoran.
Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus, Oknum Guru SMAN 2 Amuntai Jadi Tersangka
Edy, anggota Damkar HSU yang mewakili Kepala Bidang Linmas dan Damkar Kabupaten Hulu Sungai Utara, H Barkat, mengatakan bahwa kejadian serupa sering terjadi selama musim banjir.
Satwa liar kerap keluar dari habitatnya dan masuk ke pemukiman maupun area perkantoran.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mengambil tindakan sendiri jika menemukan satwa liar berukuran besar atau berpotensi membahayakan.
Baca Juga: PMI Banjarmasin Krisis Stok Darah, Permintaan Meningkat, Pendonor Berkurang
“Apabila warga menemukan satwa liar, segera hubungi petugas Damkar atau pihak terkait. Jangan mencoba menangani sendiri demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Masyarakat juga diminta menjaga jarak dan mengamankan lingkungan sekitar hingga petugas tiba di lokasi dan melakukan penanganan secara profesional. (*)
Editor : M. Ramli Arisno