Tim Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) HSU langsung bergerak cepat mengevakuasi reptil berbahaya tersebut.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran HSU, H. Barkat Syahrulkalam, membenarkan kejadian itu.
Baca Juga: Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus, Oknum Guru SMAN 2 Amuntai Jadi Tersangka
"Ular kobra hitam itu bersembunyi di area dapur bagian belakang toko. Petugas sempat kesulitan karena posisinya berada di bawah meja dapur, tapi akhirnya berhasil dievakuasi dengan aman," jelasnya.
Barkat menduga kemunculan ular berbisa tersebut dipicu oleh banjir yang merendam kawasan Pasar Alabio. Luapan air Sungai Negara membuat ular kehilangan habitat alaminya dan mencari tempat lebih kering serta hangat.
"Lingkungan sekitar pasar sedang terendam air luapan sungai. Kondisi ini memaksa ular keluar dari habitatnya dan masuk ke area pemukiman atau pasar," tambahnya.
Baca Juga: Kasus Narkoba Meningkat, Ratusan Gram Sabu Berhasil Disita Selama 2025 di Wilayah Polres HSU
Pihak Damkar HSU mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan dan banjir.
Satwa liar seperti ular berpotensi keluar dari habitat alaminya dan masuk ke pemukiman warga atau pusat keramaian.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian ekstra ketika kondisi lingkungan berubah akibat cuaca ekstrem.
Baca Juga: PMI Banjarmasin Krisis Stok Darah, Permintaan Meningkat, Pendonor Berkurang
Warga diminta segera menghubungi petugas Damkar jika menemukan ular atau satwa liar lainnya di sekitar rumah atau tempat usaha. (*)
Editor : M. Ramli Arisno