Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pemprov Kalsel Siap Naikkan Status Darurat Banjir

M Fadlan Zakiri • Selasa, 30 Desember 2025 | 18:51 WIB

MONITORING: Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin, mendiskusikan kondisi banjir di Desa Bincau, Kabupaten Banjar, Selasa (30/12/2025)
MONITORING: Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Sekda Kalsel Muhammad Syarifuddin, mendiskusikan kondisi banjir di Desa Bincau, Kabupaten Banjar, Selasa (30/12/2025)
MARTAPURA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan siap menaikkan status menjadi Darurat Banjir menyusul hasil monitoring langsung Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia di wilayah terdampak banjir, Desa Bincau, Kabupaten Banjar, Selasa (30/12/2025).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengatakan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjadi momentum penting untuk memperkuat langkah penanganan banjir, baik jangka pendek maupun kebijakan lanjutan.

“Pak Menteri tadi meninjau langsung kondisi di lapangan. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, memang masih ada sejumlah kawasan yang tergenang,” ujar Syarifuddin.

Hasil monitoring tersebut, lanjut dia, menjadi dasar pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dalam menentukan status kebencanaan ke depan. Pemprov Kalsel juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pihak terkait untuk mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir susulan.

“Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Pak Menteri, termasuk dalam rangka menetapkan status darurat bencana ini,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup juga memberikan arahan strategis terkait aktivitas usaha di kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS). Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah pemetaan dan audit lingkungan terhadap aktivitas usaha di kawasan hulu.

“Pak Menteri menyampaikan akan dilakukan mapping dan audit lingkungan. Mudah-mudahan hasilnya segera keluar sehingga langkah penanganan bisa ditentukan lebih terarah,” kata Syarifuddin.

Arahan itu, menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan dan kawasan resapan air sebagai pengendali banjir.

“Beliau ingin fungsi alam dan hutan dikembalikan agar mampu menahan curah hujan tinggi. Ini penting untuk keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

NU Kalsel Ajak Muhasabah dan Empati

Di tengah upaya penanganan darurat, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, mengajak masyarakat merespons bencana dengan pendekatan spiritual dan sosial.

Tambrin, yang juga menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, mengimbau masyarakat mengisi aktivitas dengan doa bersama demi keselamatan, khususnya bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Banjir Pengayuan Belum Surut, 49 Rumah Warga Terendam

“Kami mengimbau agar kegiatan diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, terlebih bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat melakukan muhasabah atau perenungan diri atas berbagai kekurangan yang terjadi, seraya berharap perlindungan dan bimbingan dari Allah SWT.

Menjelang malam pergantian tahun, Tambrin turut mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas hura-hura dan pemborosan, termasuk penggunaan kembang api, di tengah situasi bencana.

“Saat ini kita perlu lebih mengutamakan empati dan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.

Editor : M. Ramli Arisno
#status darurat banjir Kalsel #monitoring Menteri Lingkungan Hidup #Pemprov Kalimantan Selatan #audit lingkungan hulu DAS #penanganan banjir Kalsel