Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengatakan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjadi momentum penting untuk memperkuat langkah penanganan banjir, baik jangka pendek maupun kebijakan lanjutan.
“Pak Menteri tadi meninjau langsung kondisi di lapangan. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, memang masih ada sejumlah kawasan yang tergenang,” ujar Syarifuddin.
Hasil monitoring tersebut, lanjut dia, menjadi dasar pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dalam menentukan status kebencanaan ke depan. Pemprov Kalsel juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pihak terkait untuk mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir susulan.
“Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Pak Menteri, termasuk dalam rangka menetapkan status darurat bencana ini,” tegasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup juga memberikan arahan strategis terkait aktivitas usaha di kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS). Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah pemetaan dan audit lingkungan terhadap aktivitas usaha di kawasan hulu.
“Pak Menteri menyampaikan akan dilakukan mapping dan audit lingkungan. Mudah-mudahan hasilnya segera keluar sehingga langkah penanganan bisa ditentukan lebih terarah,” kata Syarifuddin.
Arahan itu, menurutnya, sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan dan kawasan resapan air sebagai pengendali banjir.
“Beliau ingin fungsi alam dan hutan dikembalikan agar mampu menahan curah hujan tinggi. Ini penting untuk keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
NU Kalsel Ajak Muhasabah dan Empati
Di tengah upaya penanganan darurat, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, mengajak masyarakat merespons bencana dengan pendekatan spiritual dan sosial.
Tambrin, yang juga menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, mengimbau masyarakat mengisi aktivitas dengan doa bersama demi keselamatan, khususnya bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Banjir Pengayuan Belum Surut, 49 Rumah Warga Terendam
“Kami mengimbau agar kegiatan diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, terlebih bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat melakukan muhasabah atau perenungan diri atas berbagai kekurangan yang terjadi, seraya berharap perlindungan dan bimbingan dari Allah SWT.
Menjelang malam pergantian tahun, Tambrin turut mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas hura-hura dan pemborosan, termasuk penggunaan kembang api, di tengah situasi bencana.
“Saat ini kita perlu lebih mengutamakan empati dan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.
Editor : M. Ramli Arisno