Laporan terbaru BPBD Hulu Sungai Utara melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) mencatat genangan masih meluas di sejumlah kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD HSU, H. Syamrani, menyampaikan data pembaruan hingga Minggu (28/12/2025) menunjukkan tujuh kecamatan terdampak.
Rinciannya, Kecamatan Amuntai Selatan 8 desa, Amuntai Tengah 9 desa/kelurahan, Babirik 4 desa, Banjang 6 desa, Haur Gading 1 desa, Sungai Pandan 10 desa, serta Sungai Tabukan 2 desa.
Sementara Kecamatan Amuntai Utara, Danau Panggang, dan Paminggir dilaporkan aman dari genangan.
Dampak yang tercatat hingga kini meliputi 1.558 rumah terendam dan 7.902 meter ruas jalan tergenang.
Selain itu, 10 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas kesehatan, 5 rumah ibadah, dan 7 fasilitas umum terdampak.
Untuk laporan jembatan terendam maupun rumah roboh, BPBD menyatakan nihil.
Jumlah warga terdampak mencapai 2.073 kepala keluarga atau 6.168 jiwa.
“Hingga saat ini tidak ada laporan warga mengungsi maupun korban jiwa. Namun koordinasi penanganan terus kami intensifkan,” ujar Syamrani.
Pada pemantauan daerah aliran sungai, Pusdalops BPBD HSU mencatat ketinggian Sungai Nagara berada di angka 6,00 meter dengan status normal.
Sungai Balangan tercatat 9,70 meter, namun alat pemantauan mengalami gangguan. Sementara Sungai Tabalong berada di 7,10 meter dengan status siaga.
Dalam upaya mitigasi, BPBD HSU melakukan edukasi melalui pemasangan banner dan baliho, penyebaran informasi lewat media sosial dan videotron, serta peningkatan kesiapsiagaan personel.
Pemantauan debit sungai, pendataan kebencanaan, hingga penyaluran logistik bagi warga terdampak juga terus dilakukan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, memperhatikan keamanan instalasi listrik, dan menyiapkan tas siaga bencana,” katanya.
Sementara itu, air kiriman banjir terpantau kembali menggenangi permukiman warga di bantaran Sungai Negara, khususnya Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Senin (29/12/2025) sore.
Meski halaman rumah mulai tergenang, sebagian warga masih bertahan dan menjalankan aktivitas usaha.
“Pekan lalu sempat surut, lalu naik lagi sejak Minggu. Usaha tetap jalan karena air belum masuk rumah, masih sekitar 10–15 sentimeter,” ujar Amat, pelaku usaha kecil di Amuntai. (*)
Editor : M. Ramli Arisno