Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir Meluas di Banjar, 93 Desa Terdampak 21.535 Jiwa Mengungsi

M Fadlan Zakiri • Senin, 29 Desember 2025 | 16:36 WIB

BANJIR MELUAS: Warga di Kecamatan Pengaron hanya bisa menonton rumahnya yang masih tergenang banjir pada Minggu (28/12/2025)
BANJIR MELUAS: Warga di Kecamatan Pengaron hanya bisa menonton rumahnya yang masih tergenang banjir pada Minggu (28/12/2025)
MARTAPURA - Banjir di Kabupaten Banjar terus meluas hingga Senin (29/12/2025). Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat 93 desa di 14 kecamatan terdampak, dengan puluhan ribu warga merasakan dampaknya.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, menyebut berdasarkan laporan harian Pusdalops PB per pukul 09.00 Wita, banjir kali ini berdampak signifikan terhadap permukiman warga.

 “Total warga terdampak mencapai 21.535 jiwa dari 7.810 kepala keluarga,” ujarnya, Senin siang.

Dari jumlah tersebut, 1.166 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi yang telah disiapkan pemerintah.

Titik pengungsian tersebar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Kodim 1006 Banjar, Aula Kantor Desa Pingaran Ulu, SD Kiram, tenda pengungsian Desa Tanah Abang, Madrasah Manba’ul Ulum Tambak Baru Ilir, hingga Poskesdes Tambak Baru Ilir.

 “Bahkan permukiman warga di Desa Tunggul Irang yang berada di dataran lebih tinggi juga dimanfaatkan sebagai lokasi pengungsian,” kata Yayan.

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Banjar dalam beberapa hari terakhir menyebabkan 6.289 rumah terdampak, dengan 1.714 rumah di antaranya terendam.

Sebaran desa terdampak terbesar berada di Kecamatan Karang Intan (18 desa), Martapura Timur (20 desa), Martapura Barat (13 desa), dan Martapura (11 desa).

Banjir juga melanda Kecamatan Astambul, Sungai Tabuk, Pengaron, Mataraman, Simpang Empat, Aranio, Sambung Makmur, serta Cintapuri Darussalam.

Dalam penanganan banjir, BPBD Banjar mengerahkan personel Pusdalops, Tim Reaksi Cepat (TRC), dan satgas kebencanaan.

Koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, serta masyarakat untuk pemantauan dan pendataan di lapangan.

 “Kami terus memonitor perkembangan banjir melalui laporan masyarakat, pemantauan langsung, serta sistem peringatan dini,” ujar Yayan.

Berdasarkan data Balai Wilayah Sungai III Kalimantan Selatan, kondisi sejumlah sungai di Kabupaten Banjar masih perlu diwaspadai.

Sungai Riam Kiwa dan Sungai Riam Kanan berstatus bahaya, sementara Sungai Martapura berada pada status siaga dengan ketinggian air mencapai 9,8 meter, atau hanya 0,2 meter dari ambang kritis.

Meski prakiraan cuaca menunjukkan kondisi berawan dan belum ada peringatan dini dari BMKG, BPBD tetap mengimbau warga tidak lengah.

 Baca Juga: Disorot Anggota Dewan! Tanpa Riparda, Pengembangan Wisata Banjarmasin Tersendat

“Khususnya masyarakat di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan agar meningkatkan kewaspadaan, karena potensi hujan masih ada,” pungkasnya. (*) 

 

Editor : M. Ramli Arisno
#Banjir Kabupaten Banjar #status sungai Kalimantan Selatan #desa terdampak banjir #BPBD Kabupaten Banjar #pengungsi banjir Banjar