Desa yang terdampak masing-masing Desa Nawin, Desa Halong, dan Desa Bongkang. Ratusan warga terimbas, sebagian terpaksa mengungsi karena akses jalan sempat lumpuh total.
Camat Haruai, Muliadi, mengatakan banjir mulai terjadi sejak Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 06.00 Wita.
Hingga Senin siang, air masih menggenangi permukiman meski perlahan mulai surut dari hulu ke hilir sungai.
“Pukul 12.30 Wita ketinggian air tinggal sekitar lutut orang dewasa. Sebelumnya sempat mencapai dada orang dewasa,” ujarnya.
Menurut Muliadi, banjir dipicu luapan Sungai Tabalong dari kawasan lebih tinggi di Kecamatan Jaro dan Muara Uya.
Kondisi diperparah oleh luapan Sungai Panaan di Kecamatan Bintang Ara yang membuat aliran air tertahan.
“Airnya turun lambat karena tertahan dari beberapa arah,” jelasnya.
Selama banjir, sejumlah ruas jalan menuju tiga desa tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.
Warga terpaksa memarkir kendaraan di titik yang lebih aman, sementara mobilitas dilakukan dengan berjalan kaki menembus genangan atau menggunakan perahu karet milik warga setempat.
Data sementara mencatat sebanyak 980 jiwa terdampak banjir di tiga desa tersebut.
Sebagian warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi demi keselamatan.
Untuk meringankan beban warga, pemerintah setempat menyiapkan dapur umum di dua titik aman yang tidak terendam banjir.
Dapur umum tersebut difungsikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama masa tanggap darurat. (*)
Editor : M. Ramli Arisno