Langkah ini mulai dilakukan sejak Jumat (26/12) tadi untuk mengurai kepadatan lalu lintas seiring meningkatnya arus jemaah pengajian rutin 5 Rajab menuju Sekumpul.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Kabid LLAJ) Dishub Banjarbaru, Adi Royan, mengatakan penderekan difokuskan pada kendaraan roda empat yang parkir di zona steril dan jalur utama penghubung Banjarbaru–Kabupaten Banjar.
“Sterilisasi parkir kami lakukan secara tegas. Kendaraan yang parkir di lokasi terlarang langsung kami derek agar tidak menimbulkan kemacetan,” ujar Adi Royan saat ditemui di Posko Terpadu.
Menurutnya, hingga Minggu (28/12) siang, Dishub Banjarbaru telah menderek sedikitnya tiga kendaraan yang melanggar aturan parkir. Operasi derek tersebut didukung armada dan personel dari sejumlah daerah sekitar.
“Kami mendapat perbantuan derek dari Kabupaten Tanah Laut, Banjarmasin, dan Kotabaru. Ini bagian dari upaya bersama menjaga kelancaran arus lalu lintas,” jelasnya.
Kendaraan hasil penderekan sementara dipusatkan di Terminal C Simpang Empat Banjarbaru setelah mendapat izin dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan.
Di lokasi tersebut, petugas Dishub disiagakan untuk pengamanan sekaligus memfasilitasi pengambilan kendaraan oleh pemiliknya.
“Kendaraan yang diderek kami full kan di Terminal C dan dijaga petugas. Pemilik bisa mengambilnya sesuai prosedur yang berlaku,” tambah Adi Royan.
Ia menuturkan, operasi derek ini menyasar sejumlah ruas dengan tingkat pelanggaran parkir tinggi, di antaranya jalur Bundaran Simpang Empat menuju Kabupaten Banjar, arah Sungai Ulin, serta ruas Simpang Empat hingga pertigaan Trikora.
Adi Royan menegaskan penindakan parkir tetap menjadi prioritas karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran arus kendaraan.
“Parkir sembarangan sangat menghambat arus, apalagi di momen puncak seperti 5 Rajab. Karena itu, penindakan derek akan terus kami lakukan sampai kegiatan selesai,” tegasnya.
Dishub Banjarbaru berharap langkah tegas tersebut dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat serta menjaga arus lalu lintas tetap lancar hingga pelaksanaan ibadah malam hari.
Editor : Sutrisno