Akibatnya, akses utama warga terputus dan sejumlah masyarakat terisolasi, Sabtu (27/12/2025).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati HSS H. Syafrudin Noor bersama Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko bergerak cepat turun langsung ke lokasi terdampak untuk meninjau situasi sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada warga.
Putusnya jembatan gantung berkontruksi kayu itu disebabkan luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air akibat hujan deras yang terjadi sejak dini hari hingga pagi.
Arus sungai yang deras menggerus fondasi jembatan hingga akhirnya terputus.
“Kehadiran kami di lokasi merupakan bentuk komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi bencana,” kata Letkol Inf Ading Priyotantoko saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, pendistribusian bantuan dilakukan melalui jalur alternatif dengan medan cukup ekstrem.
Pasalnya, jembatan gantung sebagai akses utama telah hanyut terbawa arus. Bantuan sembako akhirnya diangkut menggunakan kendaraan roda dua jenis trail agar dapat menjangkau warga yang terisolasi.
Selain memutus jembatan, banjir juga merendam permukiman warga di bantaran sungai dengan ketinggian air mencapai sekitar 2 hingga 3 meter.
Sementara itu, di Desa Haratai terjadi tanah longsor yang menutup akses jalan sepanjang kurang lebih 10 meter. Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Sementara itu, Bupati HSS H. Syafrudin Noor mengatakan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak.
“Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal serta kebutuhan warga terpenuhi,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga memastikan akan segera melakukan perbaikan jembatan gantung yang putus serta memulihkan akses jalan yang terdampak bencana. (*)
Editor : M. Ramli Arisno