Ribuan jemaah memadati jalur utama sejak dini hari, menimbulkan antrean panjang kendaraan.
Di tengah kepadatan itu, sosok seorang lansia menarik perhatian pengguna jalan.
Pria bernama Agus, warga Banjarmasin, tampak mengayuh sepeda sederhana menuju kawasan Sekumpul untuk menghadiri peringatan 5 Rajab.
Sepeda yang digunakannya jauh dari kesan mewah. Di bagian belakang terpasang bendera Merah Putih dan bendera Palestina, disertai perlengkapan pribadi yang diikat seadanya. Namun, langkahnya mantap, tak tergesa, dan nyaris tanpa keluhan.
“Berangkat sekitar pukul enam pagi,” ujarnya singkat saat ditemui di KM 25, kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru.
Artinya, Agus telah menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya dengan mengandalkan tenaga sendiri.
Sejumlah relawan sempat mempersilakannya beristirahat di beberapa titik rest area, namun ajakan itu ia tolak halus.
Agus memilih terus mengayuh, menyatu dengan arus jemaah lain yang bergerak menuju Sekumpul.
Hingga pertemuan singkat itu, Agus belum berkenan menjelaskan alasan di balik pilihannya bersepeda seorang diri.
Namun kehadirannya menjadi potret kecil keteguhan dan kesederhanaan jemaah yang rela menempuh perjalanan panjang demi menghadiri momen 5 Rajab. (*)
Editor : M. Ramli Arisno