Posko tersebut mulai dioperasikan menjelang puncak arus kedatangan jemaah yang diperkirakan terjadi dua hari sebelum pelaksanaan pengajian.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan posko pelayanan ini merupakan hasil kolaborasi pihak bandara dengan relawan Momen 5 Rajab.
Posko tersebut menyediakan berbagai fasilitas penunjang bagi jemaah yang baru tiba, mulai dari air minum, kopi, makanan ringan hingga buah-buahan secara gratis.
“Fasilitas ini kami siapkan bersama relawan untuk membantu jemaah yang datang dari luar daerah agar merasa lebih nyaman sejak tiba di bandara,” ujar Millyas saat ditemui, Sabtu (27/12/2025).
Selain layanan konsumsi, relawan juga menyediakan transportasi taksi gratis bagi jemaah yang hendak melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sekumpul, Martapura. Menurut Millyas, mekanisme layanan tersebut sepenuhnya dikelola oleh relawan.
“Jemaah yang membutuhkan akan diarahkan dan dibantu langsung oleh relawan tanpa dipungut biaya,” katanya.
Ia menambahkan, posko pelayanan ini bersifat sementara dan hanya dibuka selama momentum Momen 5 Rajab. “Kemungkinan hanya sampai besok. Setelah itu operasional bandara kembali normal,” ujarnya.
Millyas memprediksi puncak kedatangan jemaah melalui jalur udara menumpuk pada hari ini dan besok, seiring semakin dekatnya waktu pelaksanaan pengajian.
Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Indonesia diperkirakan terus berdatangan dan mendarat di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
“Keberadaan posko ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi jemaah sekaligus membantu kelancaran arus penumpang di bandara,” imbuhnya.
Sementara itu, sejumlah jemaah mengaku terbantu dengan berbagai layanan gratis yang disiapkan sejak tiba di Kalimantan Selatan. Salah satunya Zaenal, jemaah asal Kudus, Jawa Tengah, yang datang bersama rombongan.
“Kalau untuk haul sudah dua kali, tapi kalau yang malam Seninnya itu sudah bolak-balik,” ujar Zaenal di area kedatangan bandara.
Ia mengatakan dirinya berangkat dari Semarang menggunakan pesawat yang lepas landas sekitar pukul 11.20 WIB. Ia mengaku selalu menyempatkan diri hadir karena merasakan ketenangan saat mengikuti pengajian di Sekumpul.
“Rasanya enak dan nyaman. Ada ketenangan tersendiri,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi pelayanan gratis dan sambutan masyarakat Kalimantan Selatan terhadap jemaah pendatang. “Ini luar biasa, semuanya gratis. Di tempat lain belum tentu ada seperti ini. Masyarakatnya juga sangat ramah,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno