AMUNTAI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.
Kepala Pelaksana BPBD HSU, H Syamrani mengatakan pihaknya telah memperkuat koordinasi lintas sektor serta menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir.
“Pertengahan Desember, curah hujan mulai meningkat. Karena itu, kita harus siaga menghadapi potensi bencana,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Ia menjelaskan, pemantauan menunjukkan kenaikan debit air di Sungai Tabalong dan Sungai Balangan.
Untuk mengantisipasi luapan, Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR telah melakukan normalisasi sungai, pembersihan polder, dan pengerukan drainase.
“Dibandingkan tahun sebelumnya, dampak luapan sungai saat ini jauh berkurang dan kondisi masih relatif aman,” jelasnya.
BPBD HSU juga memprioritaskan 134 desa rawan banjir dan karhutla melalui Program Desa Tangguh Bencana (Destana) serta menyiapkan peralatan dan logistik bagi warga terdampak.
“Dengan kesiapsiagaan dan sinergi semua pihak, kami berharap HSU dapat terhindar dari bencana,” pungkas Syamrani.
Editor : Fauzan Ridhani