Sejak pagi hingga siang, ribuan kendaraan, didominasi sepeda motor, menyemut di area dermaga penyeberangan menuju Tarjun.
Kepadatan ekstrem ini dipicu dua arus besar yang bertemu bersamaan: libur panjang Natal dan gelombang keberangkatan jemaah asal Kotabaru menuju peringatan Momen 5 Rajab di Sekumpul Martapura.
Pantauan di lapangan memperlihatkan antrean bergerak sangat lambat. Cuaca terik dan kepulan asap kendaraan menyelimuti kawasan pelabuhan, namun arus tetap terkendali.
Petugas penyeberangan terlihat bekerja ekstra menjaga ritme masuk kendaraan agar kapasitas kapal tidak terlampaui.
Salah seorang pengendara, Aldiansyah, mengaku sudah mengantre hampir tiga jam sejak pagi. Warga Kotabaru itu rela menunggu berjam-jam demi bisa menyeberang ke daratan Kalimantan.
“Padat sekali tahun ini. Saya sudah hampir tiga jam mengantre baru mendekat ke feri. Tapi alhamdulillah semua tertib, tidak saling serobot. Mungkin karena niatnya sama, ingin mencari keberkahan ke Sekumpul,” ujarnya.
Aldiansyah berangkat menggunakan sepeda motor bersama rekannya. Ia memilih rute Tarjun–Mentewe–Tanah Bumbu sebagai jalur alternatif menuju Banjarbaru dan Martapura karena dinilai lebih singkat dan kondisi jalannya relatif lebih baik dibanding jalur lama.
Pilihan rute tersebut kini menjadi favorit jemaah dari wilayah pesisir. Hal itu terlihat dari dominasi kendaraan roda dua yang membawa atribut keagamaan, mulai dari stiker kuning khas Kotabaru hingga tas perbekalan yang terikat di motor, memperlihatkan tujuan mayoritas massa ke satu titik yang sama.
“Kami mohon doa agar perjalanan lancar. Semoga semua yang berangkat ke Sekumpul diberi keselamatan dan bisa kembali ke Kotabaru dengan sehat,” harapnya.
Pihak pengelola penyeberangan memprediksi lonjakan arus kendaraan masih akan berlanjut hingga Sabtu (27/12/2025).
Besarnya animo masyarakat pesisir membuat Pelabuhan Stagen diperkirakan tetap menjadi salah satu titik terpadat jelang puncak Momen 5 Rajab. (*)
Editor : M. Ramli Arisno