Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Imbau Masyarakat Waspada Banjir, BWS Kalimantan III Banjarmasin Selalu Pantau Ketinggian Air Sungai dan Bendungan di Kalsel

Fauzan Ridhani • Jumat, 26 Desember 2025 | 13:41 WIB
STAND BY: Petugas BWS Kalimantan III Banjarmasin bersiaga di salah satu area terdampak banjir dengan perahu karet untuk keperluan evakuasi.
STAND BY: Petugas BWS Kalimantan III Banjarmasin bersiaga di salah satu area terdampak banjir dengan perahu karet untuk keperluan evakuasi.

BANJARMASIN - Cuaca ekstrem melanda wilayah Kalsel di akhir tahun 2025 ini. Intensitas hujan yang tinggi, disertai angin kencang membuat sejumlah wilayah Kalsel menjadi rawan banjir, terutama wilayah-wilayah yang berdekatan dengan sungai dan bendungan.

Untuk meminimalisir dampak banjir tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin secara rutin memantau ketinggian air sungai.

Muhammad Fauzi, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan BWS Kalimantan III Banjarmasin menjelaskan pihaknya senantiasa memantau dan melaporkan kondisi ketinggian air sungai dan juga bendungan yang ada di Kalsel.

"Kami menempatkan personel yang di berikan tugas untuk memantau ketinggian air di total 35 titik baik sungai maupun bendungan. Setiap hari mereka memberikan laporan kondisi sungai, kalau dalam level yang membahayakan dan berpotensi banjir, maka akan langsung berkoordinasi juga dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel," sebut Fauzi, belum lama tadi.

Fauzi menambahkan dari pemantauan tersebut, pihaknya mengkategorikan kondisi tinggi muka air sungai dalam empat kondisi. Yakni, normal, waspada, siaga, dan bahaya.

"Untuk saat ini, pemantauan sungai dan bendungan di Kalsel masih dalam kondisi aman. Yakni, mulai kondisi normal hingga siaga, belum masuk level bahaya. Namun demikian, kami tetap mengimbau masyarakat agar waspada," ujarnya.

PERALATAN LENGKAP: Petugas BWS Kalimantan III Banjarmasin menyedot air sungai yang mula meluap menggunakan mobil pompa.
PERALATAN LENGKAP: Petugas BWS Kalimantan III Banjarmasin menyedot air sungai yang mula meluap menggunakan mobil pompa.

Pun demikian, apabila kondisi air sungai dan bendungan dalam kondisi siaga atau membahayakan, maka pihak BWS Kalimantan III Banjarmasin sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

"Antara lain, dengan menyiagakan mobil pompa untuk mengurangi limpasan air dan mempersiapkan kawat bronjong, geobag dan juga geobox jika dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak akibat banjir. Jika diperlukan, alat berat juga kami siagakan," sambungnya.

Selain itu, Fauzi tak menampik kondisi cuaca ekstrem pemicu terjadinya banjir ini belum berakhir hingga tahun depan.

"Berkaca pada pengalaman sebelumnya, puncak banjir terjadi di awal tahun, yakni pada Januari dan Februari. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat dan pihak-pihak terkait agar melakukan langkah antisipatif agar dampak banjir tersebut bisa diminimalisir sejak dini," tandasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#banjarmasin #bendungan #Sungai #mengantisipasi banjir #BWS Kalimantan III