Strategi ini menempatkan pemulihan pengguna sebagai prioritas, seiring upaya menekan angka ketergantungan narkotika di masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, BNNK Tanah Laut mencatat 36 orang mengikuti program rehabilitasi dengan total 288 kali kegiatan.
Baca Juga: Jemaah 5 Rajab Sekumpul Berpotensi Melonjak Tajam Tahun Ini
Jumlah ini menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 40 orang, sebuah tren yang dinilai positif oleh lembaga tersebut.
Kepala BNNK Tanah Laut Kompol Ferey Hidayat menegaskan, rehabilitasi menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan generasi sekaligus memulihkan fungsi sosial para penyalahguna narkoba.
“Rehabilitasi adalah langkah penting untuk menyelamatkan generasi. Tahun ini kami melihat penurunan jumlah klien, yang diharapkan sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat,” ujarnya, Kamis (25/12).
Baca Juga: Video Asusila Gay Gegerkan Balangan, Bupati Keluarkan Peringatan
Sebagai bagian dari program lanjutan, BNNK Tanah Laut juga mengirim empat klien ke Bogor untuk menjalani rehabilitasi intensif selama empat bulan.
Seluruh peserta dinyatakan telah berhenti menggunakan narkoba setelah menyelesaikan program tersebut.
Ferey menegaskan, rehabilitasi narkoba diberikan secara gratis dan masyarakat tidak perlu takut melaporkan anggota keluarga yang terindikasi menyalahgunakan narkoba.
Baca Juga: Libur Kuliah Berujung Duka, Kampus FEB ULM Serahkan Kasus Tewasnya Mahasiswi Akuntansi ke Polisi
“Kami berharap masyarakat bisa menerima mereka kembali tanpa stigma. Rehabilitasi bukan hukuman, tetapi proses pemulihan,” tegasnya.
Selain rehabilitasi, BNNK Tanah Laut juga memperkuat pencegahan dini melalui tes urine terhadap 577 aparatur pemerintahan desa.
Hasilnya, mayoritas dinyatakan negatif, meski ditemukan satu kepala desa positif narkoba dan telah diproses sesuai ketentuan hukum.
Baca Juga: Tiga Warga Binaan Lapas Batulicin Terima Remisi Khusus
Ke depan, BNNK Tanah Laut berencana memperluas tes urine mendadak di seluruh desa. Saat ini, sekitar 90 persen desa di Tanah Laut telah melaksanakan tes urine, meski belum seluruhnya mengalokasikan anggaran khusus.
Pada 2026, BNNK Tanah Laut menargetkan seluruh desa berpartisipasi penuh dalam program pencegahan dan rehabilitasi narkoba guna memperkuat ketahanan sosial masyarakat. (*)
Editor : M. Ramli Arisno