Ia menegaskan, peran orang tua menjadi kunci utama dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak, terutama di tengah derasnya arus konten media sosial.
Imbauan itu disampaikan setelah mencuat kasus video asusila yang menyeret seorang selebgram asal Balangan dan kini ditangani aparat penegak hukum.
Baca Juga: Pemkot Banjarbaru Terima 303 Sertifikat Hak Pakai dari BPN, Perkuat Legalitas Aset Daerah
Menurut Abdul Hadi, peristiwa tersebut harus menjadi alarm keras bagi semua pihak agar pengawasan terhadap generasi muda diperketat.
“Menjaga generasi muda dari pengaruh penyimpangan sosial bukan hanya tugas pemerintah. Ini tanggung jawab bersama yang dimulai dari keluarga,” ujar Abdul Hadi.
Ia meminta orang tua tidak lengah terhadap perubahan perilaku anak. Paham dan perilaku yang bertentangan dengan nilai agama dan adat Banua, kata dia, bisa masuk dengan mudah melalui pergaulan bebas maupun konsumsi konten digital tanpa filter.
Baca Juga: Tiga Warga Binaan Lapas Batulicin Terima Remisi Khusus
“Saya minta seluruh orang tua di Balangan benar-benar menjaga anak-anaknya. Perhatikan siapa teman mereka dan apa yang mereka akses di gadget,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa perilaku asusila bukan sekadar pelanggaran norma sosial.
Dampaknya luas, mulai dari risiko penyakit menular seksual, gangguan psikologis, hingga ancaman terhadap masa depan generasi muda dan kualitas sumber daya manusia daerah.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Balangan telah menginstruksikan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) untuk menggencarkan penyuluhan secara masif dan berkelanjutan.
Program edukasi akan menyasar sekolah-sekolah hingga tingkat desa.
“Pemkab Balangan tidak akan tinggal diam. Edukasi akan kami perkuat agar remaja memahami dampak perilaku menyimpang ini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun hukum,” ujarnya.
Baca Juga: Libur Kuliah Berujung Duka, Kampus FEB ULM Serahkan Kasus Tewasnya Mahasiswi Akuntansi ke Polisi
Abdul Hadi berharap sinergi antara keluarga, kebijakan pemerintah, dan pengawasan sosial mampu menjaga marwah Balangan sebagai Bumi Sanggam, sekaligus melindungi generasi penerus agar tumbuh sehat, berakhlak, dan bertanggung jawab. (*)
Editor : M. Ramli Arisno