Sejak Rabu (24/12/2025) sore hingga malam, Jalan A Yani terpantau lebih padat dari hari biasa, meski lalu lintas masih bergerak lancar.
Kanit Regident Satlantas Polres Tapin, Ipda M.S. Ariza, mengatakan jemaah yang melintas tidak hanya berasal dari daerah sekitar, tetapi juga dari luar provinsi.
Baca Juga: Natal di Lapas Banjarbaru, 17 WBP Diganjar Remisi
“Sejak sore hingga malam sudah terlihat jemaah dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta wilayah Hulu Sungai,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).
Peningkatan volume kendaraan mulai terasa, namun belum memicu kemacetan signifikan. Personel Satlantas bersama tim gabungan terus disiagakan di titik-titik rawan penumpukan untuk menjaga arus tetap mengalir.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga melakukan pemeriksaan kendaraan, khususnya angkutan umum dan kendaraan besar.
Dari hasil sweeping, ditemukan sejumlah kendaraan dengan kondisi tidak laik jalan.
“Kami temukan beberapa angkutan mengalami kerusakan. Ini kami tindak agar tidak memicu mogok dan kemacetan di jalan,” tegas Ariza.
Satlantas Polres Tapin mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan dan memastikan kondisi kendaraan sebelum berangkat. “Hati-hati di jalan. Keluarga menunggu di rumah,” pesannya.
Baca Juga: Syifa, Bayi yang Berjuang dengan Kondisi Langka, Terima Bantuan Uang dan Renovasi Rumah
Untuk mengantisipasi lonjakan arus, kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk pemberlakuan sistem satu arah (one way) saat arus kepulangan jemaah.
Skema one way akan diterapkan dari Jalan H Duan/Simpang Mali-mali (Kabupaten Banjar) hingga Bundaran Bungur (Kabupaten Tapin) pada 28 Desember pukul 20.00 Wita hingga 29 Desember pukul 06.00 Wita.
Jika volume kendaraan masih tinggi, penerapan one way berpotensi diperpanjang hingga 29 Desember pukul 16.00 Wita.
Baca Juga: Buka Karaoke di Malam Natal, Patroli Gabungan di HSS Amankan Sajam dan Pemabuk
“Kalau masih padat, pengaturan akan kami tambah. Jika tidak memungkinkan, kami siapkan langkah alternatif agar arus tetap berjalan,” pungkas Ariza. (*)
Editor : M. Ramli Arisno