BANJARBARU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan jemaah 5 Rajab untuk menjaga etika dan adab selama berada di Sekumpul, Martapura.
Sekretaris MUI Kalsel Nasrullah mengatakan bahwa momen 5 Rajab merupakan acara keagamaan yang sarat nilai spiritual.
Karena itu, seluruh jemaah diminta menempatkan diri secara santun dan bertanggung jawab, terlebih di tengah kepadatan massa yang sangat besar.
“5 Rajab ini ibadah. Jangan sampai dinodai oleh perilaku yang tidak sesuai syariat, apalagi sampai mengganggu ketertiban dan keamanan,” ucapnya, Kamis (25/12) siang.
Perhatian khusus, tegas Nasrullah diberikan kepada kalangan muda mudi agar tidak melakukan perilaku menyimpang. “Ini menjadi perhatian kami, terutama bagi adik-adik,” ujarnya.
Dalam surat imbauan resmi MUI Kalsel, jemaah secara tegas diminta menghindari perilaku yang tidak sesuai ajaran Islam serta perbuatan tercela yang dapat mengarah pada kemaksiatan.
MUI menilai, situasi keramaian dan euforia berlebihan dapat menjadi celah munculnya tindakan yang tidak semestinya jika tidak diimbangi dengan kesadaran bersama.
Selain aspek adab, MUI juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan aparat keamanan dan relawan resmi.
Nasrullah menilai, tertibnya jemaah menjadi kunci utama kelancaran kegiatan sekaligus upaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau etika dijaga dan aturan keamanan dipatuhi, insyallah kegiatan berjalan aman, lancar, dan khidmat. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat,” tegasnya.
MUI berharap momentum 5 Rajab dapat benar-benar menjadi sarana meneladani akhlak Guru Sekumpul yang sederhana, beradab, dan penuh keteladanan.
“Dengan menjaga etika sosial serta ketertiban; kegiatan rutin 5 Rajab akan jadi lebih bermakna dan membawa keberkahan bagi seluruh jemaah,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Syarafuddin