MARTAPURA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama momen 5 Rajab.
Analis Iklim Stasiun Klimatologi (Staklim) Kelas I BMKG Kalimantan Selatan, Muhammad Arif Rahman, mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca terkini, dalam periode tersebut, cuaca wilayah Kabupaten Banjar masih didominasi kondisi berawan hingga hujan.
“Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat masih perlu diwaspadai,” ujarnya, Selasa (23/12/2025) petang.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari masih berlangsungnya puncak musim hujan di Kalimantan Selatan.
Dinamika atmosfer yang aktif meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan intens dalam waktu singkat, terutama pada pagi hingga malam hari.
“Potensi cuaca ekstrem ini masih berpeluang terjadi, khususnya di fase puncak musim hujan seperti sekarang,” ungkapnya.
Dalam data Prospek Cuaca Mingguan Kalimantan Selatan (24 -30 Desember 2025) yang dirilis pada Selasa sore, kondisi cuaca Kalimantan Selatan dalam satu minggu ke depan secara umum memang berawan hingga hujan ringan.
“Namun masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” jelasnya.
Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23 33°C. Kelembapan udara diprakirakan berkisar antara 60 - 100%.
Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 5 - 35 km/jam.
Kendati demikian, dalam data. Tersebut , BMKG juga merilis peringatan dini cuaca yang mencakup periode menjelang dan selama momen 5 Rajab.
Pada 26 Desember 2025, hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari di wilayah Kota/Kabupaten Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan sekitarnya.
Selanjutnya, pada 27 Desember 2025, hujan sedang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi dari siang hingga malam hari di wilayah Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Kotabaru, dan sekitarnya.
BMKG mencatat potensi cuaca ekstrem meluas hampir ke seluruh Kalimantan Selatan pada 28 dan 30 Desember 2025, dengan peluang hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang yang dapat terjadi pada siang, sore, malam, hingga dini hari.
Selain hujan dan angin kencang, BMKG juga mengingatkan potensi pasang air laut maksimum yang dapat memicu banjir pesisir (rob).
Berdasarkan pemantauan BMKG, pasang maksimum berpotensi terjadi di Perairan Muara Sungai Barito pada 22–28 Desember 2025 pukul 20.00–01.00 WITA dengan ketinggian mencapai 2,7 meter.
Sementara itu, di Perairan Kotabaru, pasang air laut maksimum berpotensi terjadi pada 22–26 Desember 2025 pukul 17.00–20.00 WITA dengan ketinggian mencapai 2,8 meter.
“Keadaan ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah pesisir dan daerah rendah, terutama yang berdekatan dengan muara sungai dan jalur transportasi air,” jelas Arif
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat maupun para jamaah agar lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas luar ruang.
Terutama perjalanan darat, laut maupun udara. Termasuk juga kegiatan wisata dan perayaan malam pergantian tahun.
Ia mengingatkan agar masyarakat selalu rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg dan @cuacakalsel.
“Informasi cuaca akan terus kami perbarui dan disampaikan melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan,” ucap Arif.
Editor : Arif Subekti