Terjangan singkat namun kuat itu merusak 13 rumah warga, sebagian besar mengalami kerusakan berat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 Wita, tak lama setelah Salat Subuh. Angin berembus tiba-tiba, disertai suara deru keras, lalu menghantam permukiman di kawasan Jalan AMD. Atap rumah beterbangan saat sebagian warga masih tertidur.
Baca Juga: Polresta Banjarmasin Telusuri Lokasi Hotel Perekaman Video Gay Fajar Bungas
“Angin datang mendadak dan berlangsung sangat singkat. Seperti berputar, lalu atap langsung terbang,” ujar Yusran, salah satu warga terdampak. Ia menyebut kejadian hanya berlangsung beberapa detik, dalam kondisi pagi masih gelap karena awan mendung menutup langit.
Meski rumahnya rusak parah, Yusran bersyukur seluruh anggota keluarga, termasuk anak dan cucu selamat.
“Alhamdulillah tidak ada yang luka parah. Kami langsung saling memastikan semua aman,” katanya.
Baca Juga: Ratusan Pemuda Berbaju Hitam Menggelar Aksi Damai Kawal OTT HSU
Hal serupa dialami Yusuf, warga lain yang atap rumahnya terlepas tersapu angin. Ia sempat hendak keluar rumah, namun memilih kembali masuk demi keselamatan. “Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Tahu-tahu atap sudah berhamburan,” ujarnya.
Ketua RT 06 Desa Melayu, Saibur Rahman, menyampaikan pendataan sementara mencatat delapan rumah rusak berat dan lima rumah rusak lebih dari 60 persen.
“Yang parah ada delapan rumah. Lima lainnya masih bisa ditempati sementara, tapi tidak untuk jangka lama,” jelasnya.
Baca Juga: Banjir Balangan Berangsur Surut, Lampihong Masih Waspada
Selain kerusakan bangunan, tiga warga mengalami luka ringan akibat pecahan kaca dan material bangunan. Tidak ada korban jiwa.
Hingga kini, warga belum mengungsi dan masih bertahan di rumah masing-masing dengan penanganan darurat agar tidak kehujanan.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi untuk pendataan dan menyalurkan bantuan logistik.
Baca Juga: Akhirnya Polemik Jembatan Semayap Tuntas,Truk Besar Dialihkan Jalur Khusus
Terkait bantuan perbaikan rumah, BPBD masih mengusulkan karena keterbatasan anggaran di akhir tahun. “Mudah-mudahan bisa terealisasi pada 2026,” ujarnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno