Salah satu titik terdampak berada di Pelabuhan Ferry Batulicin. Air laut pasang juga sempat meluap hingga ke Jalan Raya Batulicin, tepatnya di sekitar Hotel Surya Batulicin.
Ketinggian air mencapai mata kaki orang dewasa dan mengganggu aktivitas warga serta arus lalu lintas, terutama pada sore hingga malam hari.
Seorang warga Batulicin, Maulana, menyebut banjir rob yang terjadi meski singkat tetap merepotkan.
“Biasanya air naik sore sampai malam. Warga harus terus memantau pasang laut dan berhati-hati kalau ketinggian air bertambah,” ujarnya, Selasa (23/12).
Fenomena ini sejalan dengan peringatan dini BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor. BMKG menyebut wilayah Tanah Bumbu berpotensi mengalami kenaikan signifikan muka air laut akibat kombinasi pasang maksimum, fase bulan purnama dan perigee, serta kondisi gelombang laut yang cenderung tinggi.
Baca Juga: Tabrak Lari Maut di Jalan Mistar Cokrokusumo Banjarbaru, Sopir Truk Jadi Tersangka
BMKG memprediksi puncak pasang maksimum di wilayah pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu terjadi pada 3–10 Desember dan 18–26 Desember 2025.
Pada periode tersebut, ketinggian air laut diperkirakan mencapai 2,5 hingga 3 meter, terutama pada sore hingga malam hari.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD Kabupaten Tanah Bumbu telah menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi 2025 sejak awal Desember.
Baca Juga: Cegah Konflik Sosial Keagamaan, Kemenag Kalsel Gelar Dialog Harmoni
Apel ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan hingga tingkat desa, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan kesiapan operasional daerah menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Seluruh peralatan penanggulangan bencana hidrometeorologi dalam kondisi baik dan siap digunakan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanah Bumbu, Christina Dewi Untari. (*)
Editor : M. Ramli Arisno