BANJARMASIN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Selatan menggratiskan layanan bus Trans Banjarbakula pada momen 5 Rajab 1447 H.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Kalsel, Adi Rosian mengatakan penggratisan ini tidak mempengaruhi biaya operasional Trans Banjarbakula.
Sebab biaya operasional sudah sepenuhnya diakomodir melalui kontrak jasa angkutan transportasi ke pihak ketiga, yakni PT Bagong Dekaka Makmur.
“Biaya operasional, termasuk gaji, bahan bakar, perawatan itu sudah dianggarkan di kontrak tiap awal tahun,” ujarnya, Senin (22/12).
Adi menegaskan, layanan Trans Banjarbakula sebagaian besar memang disubsidi oleh pemerintah provinsi melalui APBD.
“Untuk Trans Banjarbakula sekitar Rp50 miliar setahun. Sedangkan tapping dari masyarakat membantu sekitar 10 persen,” jelasnya.
Adi menilai, pemasukan dari masyarakat senilai lebih dari Rp5 miliar atau 10 persen sudah menunjukkan angka luar biasa untuk layanan transportasi umum.
“Kalau melayani masyarakat, subsidi transportasi memang tidak untung, tapi itulah prinsip layanan angkutan publik di mana pun,” terangnya.
Pengelolaan bus Trans Banjarbakula ini menurut sudah berlangsung sejak 2024, setelah diserahkan oleh pemerintah pusat ke daerah.
“Prinsipnya membeli layanan dan melayani masyarakat Kalsel,” ucapnya.
Dishub memastikan tidak ada kendala terkait biaya operasional Bus Trans Banjarbakula selama digratiskan enam hari.
“Seluruh unit dan seluruh koridor Trans Banjarbakula direncanakan digratiskan selama periode 26 sampai 31 Desember,” terang Adi dalam berita sebelumnya.
Layanan gratis tersebut mencakup koridor Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala.
Penggratisan berlaku penuh selama jam operasional bus, mulai pukul 05.00 hingga 21.00 Wita. Dengan jumlah armada 91 unit bus Trans Banjarbakula yang beroperasi seperti hari normal.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, Dishub Kalsel menetapkan Terminal Simpang Empat Banjarbaru sebagai titik turun penumpang jemaah Haul 5 Rajab.
“Apabila lalu lintas menuju terminal sudah tidak memungkinkan, penumpang akan diturunkan di Lapangan Murjani,” katanya.
Meski tarif digratiskan, penumpang tetap diwajibkan tapping kartu elektronik untuk keperluan pendataan jumlah penumpang yang terlayani.
“Tapping tetap dilakukan meskipun tarif nol rupiah. Namun jemaah dari luar wilayah Banjarbakula dibolehkan tidak melakukan tapping,” jelas Adi.
Dia mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan transportasi gratis tersebutnuntuk mengurangi kemacetan selama puncak momen 5 Rajab.
Selain mengurai kemacetan, layanan angkutan massal gratis ini juga diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.
“Khususnya bagi jemaah yang naik motor, kami harap tetap berhati-hati,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Syarafuddin