Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Banjir di Balangan Belum Surut, Penanganan Difokuskan di Sejumlah Kecamatan

M Dirga • Senin, 22 Desember 2025 | 11:08 WIB

PERAHU: Petugas BPBD Balangan menyiagakan perahu karet untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir. (El untuk Radar Banjarmasin)
PERAHU: Petugas BPBD Balangan menyiagakan perahu karet untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir. (El untuk Radar Banjarmasin)
PARINGIN - Banjir akibat curah hujan tinggi kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan. 

Hujan yang mengguyur hampir merata sejak beberapa hari terakhir menyebabkan luapan sungai dan menggenangi pekarangan hingga rumah warga di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan data pemantauan per Senin (22/12) pukul 07.15 Wita, banjir terjadi di Kecamatan Juai, Paringin, Paringin Selatan, dan Lampihong. 

Tim Reaksi Cepat (TRC) sejak pagi telah menyiagakan perahu karet untuk mengantisipasi evakuasi lanjutan, terutama di wilayah yang debit airnya masih berpotensi meningkat.

Laporan sementara menunjukkan debit air mulai berangsur turun di Kecamatan Juai, Batumandi, Awayan, dan Paringin Selatan. Namun di Kecamatan Lampihong, ketinggian air justru masih mengalami kenaikan sehingga warga diminta tetap waspada, terutama yang bermukim di bantaran sungai.

Data BPBD mencatat banjir berdampak pada belasan desa. Di Desa Kandang Jaya, delapan rumah terdampak dengan 18 jiwa, tiga rumah di antaranya terendam dan mengganggu aktivitas warga. Fasilitas pendidikan berupa sekolah dasar turut terdampak. 

Kondisi serupa terjadi di Desa Tanah Habang Kanan, di mana tujuh rumah terdampak dan genangan menutup jalan raya sepanjang sekitar 50 meter.

Di Desa Teluk Karya, banjir berdampak pada 10 rumah dengan 24 jiwa, serta merendam fasilitas umum berupa tempat ibadah dan jalan desa. 

Dampak cukup besar juga terjadi di kawasan Matang Hanau, Trans Matang Hanau, dan Trans Pupuyuan, dengan puluhan rumah terendam dan sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat.

Di wilayah Lampihong Selatan, beberapa rumah warga turut terdampak. Aliyah, ibu rumah tangga setempat, mengatakan air mulai masuk ke rumah sejak dini hari, dan memaksa keluarga membatasi aktivitas.

“Air naik pelan-pelan. Kami masih bertahan di rumah sambil menunggu air surut. Barang-barang yang bisa diselamatkan sudah kami pindahkan ke tempat lebih tinggi,” ujarnya.

Secara umum, ketinggian genangan bervariasi antara 15 hingga 30 sentimeter. Di sejumlah titik, genangan masih menghambat akses jalan dan mobilitas warga.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan H Rahmi mengatakan, penanganan difokuskan pada keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. 

BPBD bersama tim gabungan telah melakukan kaji cepat, evakuasi terbatas, pendirian posko, serta distribusi logistik ke kecamatan terdampak.

“Kami terus melakukan pemantauan kondisi sungai, penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga suplai air bersih. Untuk saat ini, meski banjir masih terjadi, status belum perlu ditingkatkan ke tanggap darurat karena debit air di beberapa wilayah sudah mulai menurun,” ujarnya.

Ia menegaskan, BPBD tetap menyiagakan personel dan peralatan serta mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika kondisi di lingkungan mereka memburuk. Penanganan akan terus disesuaikan dengan perkembangan cuaca dan debit air di lapangan.

 

Editor : Sutrisno
#Banjir #Balangan