Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Melihat Langsung Luka Pascabanjir Aceh, Relawan KUN Tapin Kuatkan Mental Korban Bencana

Rasidi Fadli • Senin, 22 Desember 2025 | 08:58 WIB

KEMANUSIAAN: Ubad M Badridin melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir.
KEMANUSIAAN: Ubad M Badridin melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Aceh yang terdampak banjir.
ACEH - Panggilan kemanusiaan membawa Ubad M Badridin, relawan Volunteer KUN Tapin, terjun langsung membantu warga terdampak banjir di Aceh.

Fokus utama misi kemanusiaan ini adalah pelayanan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan pascabanjir.

Sejak beberapa hari terakhir, Ubad bersama dr Rika Amelia melakukan pendampingan medis di sejumlah titik terdampak.

Baca Juga: Masuk Kandang Kucing, Ular Sawa 2,6 Meter Ditangkap Tim Rescue Amuntai

Ia menegaskan kehadirannya bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan dorongan empati melihat kondisi saudara sebangsa yang tengah diuji bencana.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi di sini. Namun di sisi lain, saya kagum dengan ketabahan masyarakat Aceh menghadapi musibah,” ujar Ubad kepada Radar Banjarmasin, Senin (22/12/2025).

Menurut Ubad, persoalan paling mendesak saat ini adalah banyaknya warga kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga: Tak Bisa Dihubungi, Pekerja Toko Bangunan di Banjarmasin Selatan Ditemukan Tewas di Kontrakan

Keterbatasan hunian sementara masih menjadi masalah utama, diperparah oleh kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya.

“Sisa banjir masih menyisakan sampah. Saat hujan jalanan berlumpur, ketika panas berdebu. Kondisi ini rawan memicu gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak,” jelasnya.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan, tim relawan juga menghadapi tantangan serius. Akses ke wilayah terdampak kerap terhambat akibat jalan rusak bahkan hancur.

Baca Juga: Naik Kapal 24 Jam, Jemaah 5 Rajab dari Nganjuk Tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Padatnya aktivitas distribusi bantuan serta keterbatasan jaringan komunikasi turut menyulitkan koordinasi lintas sektor.

Meski demikian, Ubad mengaku banyak momen menyentuh selama bertugas. Salah satunya adalah ketulusan para korban banjir yang tetap menunjukkan kebaikan di tengah keterbatasan.

“Yang paling menyentuh, mereka masih menawarkan kami makan dengan tulus. Ketabahan dan kebaikan itu luar biasa,” tuturnya.

Baca Juga: Rajab Telah Tiba, Ini Waktu dan Cara Puasa Sunnah yang Dianjurkan

Ubad menilai penanganan bencana tidak cukup hanya pada pemulihan fisik. Dukungan kesehatan mental menjadi kebutuhan penting agar korban memiliki semangat untuk bangkit.

“Korban bencana bukan hanya butuh obat. Mereka juga butuh ketenangan dan penguatan mental,” katanya.

Ia mengapresiasi sambutan hangat masyarakat Aceh serta kerja sama relawan lokal yang saling bahu-membahu.

Baca Juga: Kanopi Alfamart di Gambut Tiba-tiba Ambruk, Motor dan Pengunjung Jadi Korban

Ubad juga menegaskan pentingnya koordinasi pemerintah dan pemangku kepentingan agar bantuan tepat sasaran dan efektif.

Menutup keterangannya, Ubad mengajak masyarakat Tapin meningkatkan kepedulian lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.

“Mari menjaga lingkungan, memperkuat kesiapsiagaan, dan membantu saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra dengan doa serta dukungan yang bisa kita berikan,” pesannya. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#Volunteer KUN Tapin #Korban banjir Aceh #pelayanan kesehatan banjir #relawan Tapin Aceh #bantuan kemanusiaan Aceh