Pemantauan mencatat TMA Sungai Balangan di Batumandi mencapai 5,1 meter, melampaui batas jagaan 2,9 meter, sehingga statusnya naik menjadi siaga. Kondisi ini menandakan potensi risiko bagi wilayah sekitar sungai.
Sementara itu, Sungai Balangan di Lampihong berada di ketinggian 4,9 meter dengan status waspada.
Baca Juga: Truk Hantam Pick Up Bermuatan BBM, Sopir Tewas Terbakar
Batas jagaan di titik ini berada pada 3,4 meter. Adapun Bendungan Pitap terpantau di level 8,8 meter, juga berstatus waspada.
Kenaikan TMA di sejumlah titik tersebut menjadi perhatian karena berpotensi berdampak ke wilayah hilir jika terjadi hujan susulan, terutama dari kawasan hulu.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H Rahmi, mengatakan status waspada dan siaga merupakan peringatan dini agar kewaspadaan masyarakat terus ditingkatkan, meski kondisi cuaca di lokasi pemantauan terpantau cerah.
Baca Juga: Top Up Pakai Uang Palsu, Pria di Batulicin Dibekuk Polisi
“Status ini menjadi rambu kewaspadaan. Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, agar tetap siaga dan memantau perkembangan kondisi air,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah desa, relawan, dan aparat setempat memperkuat koordinasi serta segera melaporkan jika terjadi perubahan signifikan pada TMA.
Menurutnya, respons cepat di tingkat lokal sangat penting untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.
Baca Juga: Polsek Simpang Empat Tanbu Ringkus Dua Pemuda Perkosa Anak di Bawah Umur
Seluruh data TMA tersebut bersumber dari pemantauan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III. BPBD Balangan menegaskan informasi ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan cuaca di wilayah Balangan dan daerah hulu.
“Laporan TMA ini disampaikan sebagai informasi kewaspadaan dan tidak menjadi dasar pengambilan kebijakan. Masyarakat diminta terus mengikuti pembaruan resmi,” pungkasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno