Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Jembatan Batang Banyu I Tanah Laut Dibuka 24 Desember, Kendaraan Berat Masih Dilarang Melintas

Norsalim Yahya • Minggu, 21 Desember 2025 | 13:30 WIB

UNGKAP: Kapolres Tanah Laut (Tala) AKBP Ricky Boy Siallagan saat mengungkapkan perkembangan perbaikan Jembatan Batang Banyu I.
UNGKAP: Kapolres Tanah Laut (Tala) AKBP Ricky Boy Siallagan saat mengungkapkan perkembangan perbaikan Jembatan Batang Banyu I.
PELAIHARI - Jembatan Batang Banyu I yang berada di perbatasan Kecamatan Tambang Ulang dan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), direncanakan mulai dapat dilintasi kendaraan pada 24 Desember 2025. 

Jembatan tersebut saat ini masih dalam tahap perbaikan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel.

Kapolres Tala, AKBP Ricky Boy Siallagan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Tala dan Balai Jalan terkait rencana pembukaan akses jembatan tersebut.

“Dari teman-teman Dishub Tala sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Jalan. Mudah-mudahan tanggal 24 Desember nanti sudah bisa dilewati,” ujar Kapolres Tala, Minggu (21/12).

Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa kendaraan yang diperbolehkan melintas masih terbatas. Hanya kendaraan roda dua, roda empat, serta kendaraan yang tidak bermuatan berat yang diizinkan melintasi jembatan tersebut.

“Untuk kendaraan berat kami imbau agar tetap menggunakan jalan alternatif Tambang Ulang-Banyu Irang dan tidak melintas di Jembatan Batang Banyu I sampai masa beton benar-benar kuat,” jelasnya.

Selama proses perbaikan berlangsung, pengguna jalan roda dua dan roda empat masih dapat melintas melalui jembatan darurat yang dipasang dengan sistem buka tutup.

Namun kondisi tersebut menyebabkan antrian panjang, di mana pengguna jalan harus bergantian melintas dengan waktu tunggu yang bisa mencapai hingga dua jam.

Sementara itu, kendaraan bermuatan berat sepenuhnya dialihkan melalui jalan alternatif Tambang Ulang-Banyu Irang atau dapat pula menggunakan jalur alternatif Kurau, guna menghindari risiko kerusakan jembatan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Editor : Sutrisno
#Perbaikan #Tanah Laut #jembatan