Dampaknya, puluhan rumah warga di empat kecamatan mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Hulu Sungai Tengah mencatat wilayah terdampak meliputi Batang Alai Utara, Limpasu, Labuan Amas Utara, dan Pandawan.
Baca Juga: Angin Kencang Rusak 40 Rumah di Desa Sungai Buluh HST
Selain merusak rumah, angin kencang juga memicu pohon tumbang yang sempat menimpa bangunan warga.
Di Batang Alai Utara, kejadian terjadi di Desa Telang dan Desa Muara Rintis. Sejumlah rumah mengalami kerusakan ringan.
Petugas gabungan memastikan pohon tumbang telah dibersihkan 100 persen, sehingga akses kembali normal.
Baca Juga: Pemprov Kalsel Bagikan 2,1 Ton Ikan pada Momen 5 Rajab untuk Dapur Umum Relawan
Sementara di Limpasu, pohon tumbang di Desa Hawang menyebabkan satu rumah rusak ringan. BPBD memastikan lingkungan sekitar telah aman usai pembersihan.
Dampak terparah terjadi di Labuan Amas Utara, tepatnya Desa Sungai Buluh. Sebanyak 41 rumah terdampak, terdiri atas 34 rusak ringan, 4 rusak sedang, dan 3 rusak berat. Kerusakan tersebar di sejumlah RT akibat kuatnya terjangan angin.
Adapun di Pandawan, angin puting beliung merusak 12 rumah di Desa Kambat Utara dan sekitarnya. Rinciannya, 1 rumah rusak berat, 5 rusak sedang, dan 6 rusak ringan.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah HSU
Kepala Pelaksana BPBD HST Ahmad Apandi mengatakan pihaknya langsung melakukan asesmen cepat pascakejadian.
“Pusdalops BPBD HST telah melakukan pendataan kerusakan, koordinasi dengan aparat desa dan relawan, serta penanganan darurat. Tidak ada korban jiwa,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).
BPBD HST terus memantau dinamika cuaca dan mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan disertai angin kencang, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat. (*)
Editor : M. Ramli Arisno