Langkah ini dilakukan untuk memantau kondisi udara sekaligus memperkuat upaya pengendalian pencemaran dan perlindungan kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Perkim LH HSU melalui Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Marwoto, mengatakan pemasangan IKU memungkinkan pemerintah daerah memperoleh data kualitas udara secara berkala dan akurat.
Baca Juga: Harta Kajari HSU OTT KPK Disorot, Kendaraannya Hanya Motor Senilai Rp9 Juta?
“Melalui alat ini, kami bisa mengetahui kualitas udara, mulai dari kategori baik hingga berbahaya. Dengan begitu, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Marwoto, mewakili Kepala Dinas Perkim LH HSU Masrai Swafajar, Jumat (19/12/2025).
Ia menjelaskan, Indeks Kualitas Udara memiliki beberapa kategori penilaian. Nilai 0–50 masuk kategori baik, yang berarti kualitas udara tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Rentang 51–100 tergolong sedang dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan ringan bagi kelompok sensitif.
Baca Juga: Kajari HSU Albertinus Pernah Terseret Kontroversi Sebelum Terjaring OTT KPK
“Untuk HSU saat ini, nilai IKU masih berada di rentang 0–50 atau kategori baik. Alat pemantau ini sudah terpasang di beberapa titik, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya,” ujarnya.
Sementara itu, nilai 101–150 masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti penderita gangguan pernapasan, anak-anak, dan lansia, sehingga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Nilai 151–200 tergolong tidak sehat dan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat secara umum.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan di Bajuin Tala Masuk Tahap Penyidikan! Satu Tersangka Terluka dan Ditahan
Adapun nilai 201–300 dikategorikan sangat tidak sehat dengan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
Jika indeks berada di atas 301, kualitas udara dinyatakan berbahaya dan termasuk kondisi darurat yang dapat berdampak luas bagi seluruh populasi.
Marwoto menambahkan, alat pemantau kualitas udara saat ini terpasang di tujuh titik, di antaranya di depan Kantor Bupati HSU, simpang empat Banua Lima, serta sejumlah lokasi strategis lainnya di wilayah Kabupaten HSU.
Baca Juga: Jalur Jamaah Momen 5 Rajab di Banjarbaru Mulai Dibenahi
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kualitas udara di Kabupaten Hulu Sungai Utara secara umum masih berada pada kategori baik dan dinilai aman untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. (*)
Editor : M. Ramli Arisno